9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

BERSAMA DANDIM, Kapolres Sosialisasikan Maklumat Kapolri Kepada Paslon Kepala Daerah Bukittinggi

BUKITTINGGI, KP – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Idham Azis, menerbitkan maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Maklumat Kapolri itu bernomor Mak/3/IX/2020 tanggal 21 September 2020, tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

Menyikapi hal tersebut, Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara bersama Komandan Kodim 0304/Agam Letkol Arh. Yosip Brozti Dadi, melaksanakan koordinasi dan sosialisasi terkait Maklumat Kapolri tersebut kepada Paslon dan tim sukses Paslon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi yang maju dalam Pilkada 2020 Kota Bukittinggi, Senin (22/9).

Menurut AKBP Dody Prawiranegara, dikeluarkannya maklumat Kapolri itu merupakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 pada pelaksanaan Pilkada 2020, khususnya Kota Bukittinggi. “Terkait Maklumat Kapolri tersebut, kita dari Polres Bukittinggi bersama Dandim 0304/Agam Letkol. Arh. Yosip Brozti Dadi, melaksanakan koordinasi dan mensosialisasikan Maklumat Kapolri kepada Paslon dan pendukungnya supaya benar-benar menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 untuk menekan sekecil mungkin klaster penyebaran Covid-19 pada Pilkada,” terangnya.

Adapun isi maklumat Kapolri Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Keseha tan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020 tersebut. Di antaranya Pemilihan Kepala Daerah 2020 merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Kemudian untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada adaptasi kebiasaan baru.

Selanjutnya, dalam pelaksanaan pemilihan 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19. Penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak terkait pada setiap tahapan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan.Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi atau sejenisnya,” ujar Kapolres.

“Dan apabila ditemukan perbuatan bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Untuk itu, Maklumat ini harus diketahui dan dipatuhi seluruh masyarakat, juga para Paslon dan pendukungnya,”pungkasnya. (oki)