24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Ferizal Ridwan Keluar dari Rumah Dinas, Dilarang Pergunakan Fasilitas Negara

LIMAPULUH KOTA, KP – Sesuai dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota yang menjabat dan kembali mencalonkan diri sebagai calon Kepala Daerah, harus mengambil cuti selama masa kampanye berlangsung.

Tegasnya, dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa, selama masa kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota petahana harus melepas jabatan.

Artinya, semua fasilitas negara yang melekat harus dilepaskan seperti kendaraan dinas, keprotokolan hingga rumah dinas. Tegasnya, petahana dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya. Apabila petahana tak cuti, bisa didiskualifikasi.

Berkenaan dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 dan menyikapi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 74 Tahun 2016 tentang Cuti di Luar Tanggungan Negara tersebut, dan sesuai dengan surat Bupati Limapuluh Kota Nomor: 130/111/TAPUM-2020 tanggal 7 September 2020 perihal permohonancuti di luar tanggungan negara atas nama Ferizal Ridwan (Wakil Bupati Limapuluh Kota), maka Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, memberikan cuti di luar tanggungan negara kepada Ferizal Ridwan selama masa kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota sejak tanggal 26 September sampai dengan 5 Desember 2020.

“Selama menjalankan cuti, Ferizal Ridwan yang kembali maju sebagai calon Bupati Limapuluh Kota lewat jalur perseorangan, dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan sebagai Wakil Bupati Limapuluh Kota,” tulis Irwan Prayitno dalam surat cuti tersebut.

Sementara itu Ferizal Ridwan ketika diminta komentarnya terkait telah turunnya surat cuti di luar tanggungan negara tersebut menyikapi aturan perundangan-undangan itu dengan baik dan bijaksana.

“Sebagai petahana yang maju kembali sebagai calon bupati, kita harus menyikapi dan mentaati aturan yang telah ditetapkan dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tersebut. Tepat pada hari Sabtu 26 September saya dan keluarga akan meninggalkan rumah dinas Wakil Bupati dan melepaskan segala fasilitas seperti kendaraan dinas dan keprotokolan,” ungkap Ferizal Ridwan.

Menurut Ferizal Ridwan, selama masa cuti dia bersama keluarga akan menempati rumah pribadinya di kawasan Tanjung Pati dan akan menjalankan jabatan sebagai Wakil Bupati pada tanggal 6 Desember 2020 sampai dilantiknya pasangan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota terpilih pada bulan Februari 2021. (dst)