18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Petani Sawit di Solsel Dapat Kucuran Dana Replanting Rp9,24 miliar

PADANG ARO, KP – Kucuran dana senilai Rp9,24 miliar lebih didapatkan para petani sawit di Kabupaten Solok Selatan. Anggaran tersebut akan dipergunakan oleh 3 kelembagaan petani untuk melakukan kegiatan peremajaan kelapa sawit rakyat/replanting pada tahun 2020 ini.

3 kelembagaan yang mendapatkan replanting dengan total luas 370 Ha tersebut adalah Koperasi Talao Mandiri Nagari Talao Sungai Kunyit seluas 121,48 Ha, Gapoktan Sumber Alam Makmur Nagari Talunan Maju seluas 121,31 Ha, serta Kelembagaan ekonomi Petani Sejahtera Nagari Sungai Kunyit seluas 126,93 Ha.

Masing-masing kelembagaan petani tersebut mendapatkan bantuan dana untuk melakukan replanting sebesar Rp. 25 Juta/Hektar. Total yang telah disalurkan pada 3 kelembagaan tersebut yakni Rp. 9,243,578,000.

Dana replanting bersumber dari pungutan ekspor CPO yang dikelola oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPS).

Plt. Bupati Solok Selatan Abdul Rahman dalam sambutannya pada penanaman perdana pohon kelapa sawit tersebut, Senin 22/9/20 di Gapoktan Sumber Alam Makmur (SAM) Nagari Talunan Maju Kec. Sangir Balai Janggo (SBJ), mengatakan bahwa kegiatan replanting /peremajaan kelapa sawit ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas produksi kelapa sawit.

Kemudian dengan meningkatnya produktifitas, tentu berujung kepada kesejahteraan petani itu sendiri.

“Program-program pembangunan ekonomi seperti inilah yang perlu kita dukung bersama-sama dan terus kita carikan dari berbagai sumber pendanaan, yang sesuai dengan situasi dan kondisi di daerah kita masing-masing,” harapnya.

Plt. Kadis Pertanian Del Irwan mengatakan bahwa Replanting bertujuan untuk meningkatkan produktifitas petani sawit di Solok Selatan. Hngga saat ini, sudah 3 kelembagaan petani disalurkan senilai total Rp. 9,24 miliar lebih.

“Untuk Gapoktan Sumber Alam Makmur mendapatkan program replanting seluas 121,3 Ha dengan bantuan dana sebesar Rp. 3,03 miliar. Dan dana tersebut langsung masuk ke rekening kelembagaan ekonomi untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Del Irwan didampingi Kabid Perkebunan Wandra Alberson.

Saat ini pihaknya juga tengah mengusulkan 3 kelembagaan lain untuk program replanting seluas 400 Ha, dimana untuk pengajuan selanjutnya, masing-masing akan mendapatkan bantuan sebesar Rp30 Juta setiap hektarnya. Program replanting sendiri masih terus berjalan hingga 2022 mendatang.

Untuk mendapatkan bantuan replanting tersebut, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi kelembagaan petani yang ada. Baik syarat teknis maupun administrasi.

Syarat teknis diantaranya umur tanaman diatas 25 tahun atau produktifitas maksimal 10 Ton TBS/Hektar/tahun pada umur minimal 7 tahun.

Selanjutnya syarat administrasi diantaranya berada pada lahan yang tidak termasuk hutan, tidak dalam kawasan HGU, tidak dalam sengketa, serta berada radius maksimal 10 Km.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sumber Alam Makmur, Nicko Tampati, mengatakan rasa syukurnya atas bantuan yang telah mereka terima setelah melalui memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan.

Gapoktan yang beranggotakan 69 orang tersebut, menurutnya merasa sangat terbantu dengan adanya program replanting tersebut guna meningkatkan produktifitas kebun kelapa sawit nantinya.

Hadir dalam kesempatan penanaman perdana tersebut Plt. Bupati Solsel Abdul Rahman, Staf Ahli Hapison, Plt. Kadis Pertanian beserta jajaran, Camat Sangir Balai Janggo Muslim, Pimpinan Bank Nagari, tokoh masyarakat, dan sejumlah undangan lain. (bus/*)