9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pilkada Sumbar, Pentas 4 Paslon di Tengah Pandemi

PADANG, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar resmi menetapkan empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada Serentak 2020. Mereka adalah pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy, Nasrul Abit-Indra Catri, Fakhrizal-Genius Umar, dan Mulyadi-Ali Mukhni.

Keempat paslon tersebut bakal bertarung dalam Pilkada serentak 2020 untuk menggantikan posisi Irwan Prayitno-Nasrul Abit. Dalam pesta rakyat ini, keempat pasangan datang dari beragam latar, mulai dari petahana wakil gubernur, bupati, ali kota, anggota DPR hingga purnawirawan Polri.

Sumbar merupakan salah satu dari sembilan provinsi di Indonesia yang menggelar pilkada di tengah suasana pandemi yang masih ebrlangsung. Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menegaskan bahwa pilkada tetap digelar meski sejumlah kalangan mengusulkan untuk menundanya dengan alasan pandemi. Berikut profil singkat empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar.

MAHYELDI-AUDY JOINALDY

Pasangan ini berangkat dengan dukungan dua partai, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).Nama Mahyeldi tidak asing, sebab ia masih terhitung menjabat sebagai Walikota Padang saat ini. Mahyeldi merupakan politikus PKS yang sudah menjabat dua periode sebagai Walikota Padang, yakni 2014-2019 dan 2019-2024.

Sebelum itu, pria kelahiran tahun 1966 ini juga sempat menjabat sebagai Wakil Walikota Padang selama satu periode. Sempat pula menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat masa jabatan 2004-2008.

Sementara Audy Joinaldy adalah kader PPP yang memiliki latar belakang seorang pengusaha. Ia tercatat memimpin perusahaan Perkasa Group yang bergerak di bidang peternakan dan Lintas Agro Group yang bergerak di bidang pertanian.

NASRUL ABIT-INDRA CATRI

Paslon ini mantap maju dengan dukungan satu partai politik, yaitu Gerindra. Nasrul Abit merupakan petahana Wakil Gubernur yang mencalonkan sebagai gubernur pada pilkada ini.Nasrul Abit mulai meniti karir di Pemerintahan Provinsi Bandar Lampung tahun 1977. Pria kelahiran tahun 1954 itu mulai masuk birokrat Pemerintahan Sumbar dengan menjabat sebagai Wakil Bupati Pesisir Selatan dua periodeyang kemudian dilanjutkan dengan jabatan Bupati Pesisir Selatan dua periode.

Sementara calon wakilnyaIndra Catri juga merupakan sosok yang tak asing di pemerintahan, sebab saat ini masih tercatat sebagai Bupati Agam. Indra pun tercatat menduduki posisi Bupati Agam selama dua periode.

Dalam meniti karirnya, ia pertama kali menjadi ASN di Bappeda Kota Padang pada tahun 1990 silam. Dia berhasil mencapai posisi puncaknya di Bappeda Kota Padang sebagai Kepala pada tahun 2008.

Dalam masa kepemimpinannya menjadi orang nomor satu di Kabupaten Agam, Indra sempat terseret kasus pencemaran nama baik. Ia ditetapkan menjadi tersangka oleh Kepolisian Daerah Sumbar terkait ujaran kebencian nama baik anggota DPR RI, Mulyadi. Sedangkan sebagaimana diketahui, Mulyadi merupakan rivalnya dalam Pilgub Sumbar.

FAKHRIZAL-GENIUS UMAR

Pasangan Fakhrizal-Genius ini diusung koalisi tiga partai, yaitu Golkar, Nasdem, dan PKB. Fakhrizal-Genius Umar didukung 14 kursi DPRD Sumbar dari gabungan tiga partai pengusung, 8 kursi milik Golkar dan masing-masing 3 kursi milik Nasdem dan PKB.

Fakhrizal merupakan jenderal polisi bintang dua yang tercatat sebagai mantan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (2015-2016) dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (2016-2019).

Alumni Akademi Kepolisian tahun 1986 ini pernah menjadi Paur Minik Serse Res Jaksel, Kanit Resintel Res Metro Pasar Minggu, dan Kanit Res Intel Metro Kebayoran Baru Polda Metro Jaya.

Terakhir, Fakhrizal dimutasi dan bertugas sebagai Analisis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam di Mabes Polri. Ia menggantikan Komjen Firli Bahuriyang saat ini menjabat sebagai Ketua KPK RI

Sementara ituGenius Umar saat ini menjabat sebagai Walikota Pariaman. Sebelumnya, Genius juga sempat menjabat sebagai Wakil Walikota Pariaman periode 2013-2018.

MULYADI-ALI MUKHNI

Pasangan Mulyadi-Ali diusung Partai Demokrat dan PAN.Sebelumnya, pasangan ini juga sempat mendapat dukungan dari Partai PDI Perjuangan. Namun mereka berdua mengembalikan dukungan pasca kontroversi pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani lantaran menyinggung tanah Minang soal Pancasila.

Mulyadi merupakan kader Demokrat yang saat ini juga sebagai Ketua DPD Demokrat Sumbar. Alumni Universitas Trisakti Jakarta ini pada Pemilu 2019 lalu tercatat sebagai caleg DPR RI dengan perolehan suara terbanyak dari Sumatera Barat, yakni 144.954 suara.

Sedangkan, Ali Mukhni merupakan seorang petahana yang masih menjabat sebagai Bupati Padang Pariaman dalam dua periode.Sebelum itu, ia sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Padang Pariaman periode 2005-2010.Semasa karirnya, Alumni Universitas Negeri Padang ini juga pernah menjadi Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumbar periode 2015-2020. (cnn)