18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

30 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemasaran Produk Secara Online

PARIAMAN, KP – Diskoperindag Pariaman latih 30 orang pelaku UMKM dalam pengemasan dan pemasaran produk barang di Hall Saiyo Sakato, Rabu (23/9). Pelatihan itu guna mengatasi sulitnya memasarkan produk secara langsung di masa pandemi Covid-19, sehingga perlu terobosan baru agar produk yang dihasilkan dapat laku di pasaran. Acara yang bertema “Pelatihan Pemasaran Produk UKM Secara Online” untuk para pelaku usaha atau UMKM yang ada di Kota Pariaman tersebut dilaksanakan selama 3 hari mulai 23 hingga 25 September 2020.

Kadis Koperindagkop dan UMKM, Gusniyetti Zaunit mengatakan, pada pelatihan itu narasumber mengajarkan tentang teknik pengambilan foto produk, kemudian Aplikasi Bajojo market place dari Provinsi Sumatra Barat. Di samping itu juga dihadirkan pihak BRI dalam fasilitasi pembiayaan permodalan serta motivasi bisnis dari Dinas Perindagkop kota Pariaman.

“Pembinaan tersebut selain memberikan motivasi dan pelatihan juga disokong dengan pendampingan.  Tetapi pada masa Pandemi Covid-19 ini, sebagai gambaran dapat kami sampaikan bahwa perkembangan UMKM di Kota Pariaman cukup berkembang,” terangnya saat memberikan laporan.

Ia juga menjelaskan, Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Koperasi dan UKM itu bertujuan untuk meningkatkan pembinaan terhadap Pelaku UMKM, meningkatkan pengetahuan dan keahlian para pengrajin tentang pemasaran online. Melatih pelaku UMKM dalam mengemas gambar produk yang akan dipasarkan secara online untuk meningkatkan pemasaran produk UMKM, untuk mempertinggi kualitas hidup dan kesejahteraan pelaku UMKM, serta meningkatkan perekonomian Kota Pariaman.

Disebutkannya, saat ini jumlah UMKM yang terdata di Kota Pariaman berjumlah 7.839 UMKM tersebar di 4 kecamatan dengan 4 sentra, yaitu sentra sulaman, sentra rajutan, sentra bordir dan sentra makanan ringan. “Tetapi pada masa Pandemi Covid-19 ini khususnya Kota Pariaman, memberikan dampak cukup besar pada pelaku usaha atau UMKM yang ada di Kota Pariaman,” ungkapnya

Menurut data dari 7.839 jumlah pelaku usaha atau UMKM yang ada jelasnya, sekitar 100 persen mereka terdampak semuanya dan sekitar 13 persen atau sebanyak 1.040 UMKM sudah mulai tidak bisa melaksanakan usaha lagi. Sementara 6.799 UMKM masih bertahan dalam usahanya dan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Untuk itu ia berharap, dengan dilaksanakannya Pelatihan Pemasaran Produk UMKM secara Online tersebut akan bisa meningkatkan sumber daya manusia pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Sehingga bisa memulihkan dan meningkatkan kembali usaha mereka yang sudah tidak berjalan lagi. (war/mc)