PEMETAAN MUTU LEMBAGA PAUD, Disdikbud Pasaman Jalin Kerjasama dengan BP-PAUD Sumbar

LUBUKSIKAPING, KP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman melakukan kerjasama dalam pemetaan mutu lembaga PAUD dengan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD ) Sumatra Barat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Ketua Tim Pemetaan Mutu UPT BP PAUDSumbar Kemendikbud RI, Atos Indria mengatakan, pemetaan mutu dilakukan dalam rangka pemenuhan delapan standar Pendidikan untuk percepatan akreditasi serta penguatan kelembagaan dititik beratkan pada Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan merupakan sebuah komitmen Pemerintah Republik Indonesia yang diterapkan melalui berbagai peraturan perundangan terkait sistem pendidikan nasional. 

“Salah satu kebijakan yang telah diambil adalah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional,” kata Atos Indria di Lubuksikaping, Kamis (24/9).

Dijelaskannya, pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Lingkup standar nasional pendidikan termasuk standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Pengendalian dan sertifikasi pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi dan sertifikasi. 

Salah satu tugas BP PAUDSumbar kata Atos, yakni meningkatkan kualitas satuan pendidikan yang memenuhi standar nasional pendidikan yang siap diakreditasi BAN PAUD dan PNF. Untuk mendukung kegiatan itu, salah satunya melalui kegiatan pemetaan mutu. “Dalam pemetaan mutu ini yaitu melakukan penginputan data oleh operator satuan pendidikan, dalam hal ini satuan pendidikan yang kita maksud adalah PAUD (TK), Sedangkan pendidikan masyarakat adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Nah, semua satuan pendidikan PAUD danini melakukan penginputan data di awal,” terangnya.

Dikatakannya, setelah melakukan penginputan data, selanjutnya tim BP PAUD danSumbar turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran data-data yang di input sesuai dokumen yang ada. tentunya dengan mengacu pada delapan standar pendidikan. “Jadi, jika setelah di cek data-data itu ternyata ada yang tidak sesuai, maka akan diberi masukan-masukan dan bimbingan. Tujuannya agar bisa disiapkan dokumen untuk pemetaan mutu,” katanya.

Menurutnya, pemetaan mutu sendiri bertujuan untuk menfungsionalkan lembaga PAUD yang dilaksanakan di daerah, supaya memenuhi standar. Karena setiap lembaga penyelengaraan pendidikan itu harus memenuhi delapan standar pendidikan sesuai sistem pendidikan nasional. “Sehubungan dengan hal tersebut, maka tugas dari BP-PAUD danSumbar setelah dilakukan penginputan nantinya akan terlihat di setiap 8 standar itu apa kekurangannya, misalnya pada standar isi, standar peroses, standar pelaksanaan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar perkembangan peserta,” tuturnya.

Ia menyampaikan, ke delapan standar itu nanti pastinya ada kekurangan. Nah, kekurangan-kekurangan itulah yang mereka coba fasilitasi. Bukan hanya itu, pihaknya juga melakukan diklat mengedukasi pengelola PAUD, supaya semua lembaga PAUD bisa melakukan penginputan datanya. “Pemetaan mutu sangat penting untuk mendapatkan akreditasi, karena semua lembaga ke depan, sesuai dengan arahan pemerintah, lembaga penyelenggaraan itu harus memiliki kompetensi. Kompetensi baru dimiliki lembaga-lembaga yang terakreditasi,” kata Atos Indria yang juga mantan Ketua PWI Pasaman itu.

Selanjutnya kata dia, harus ada kejelasan seperti kurikulum, sarana prasarana, pengelolaan keuangan, kemudian evaluasi tingkat perkembangan anak-anak di tingkat usia dini. “Semua komponen itu terlaksana dengan baik, jangan sampai ada lembaga PAUD datang ke sekolah hanya sekedar bernyanyi-yanyi lalu pulang. Artinya tidak pernah mengukur tingkat perkembangan anak,” ucapnya.

Itu sebabnya, salah satu cara Pemerintah menilai bahwa PAUD itu benar-benar dilakukan, dilaksanakan dan memenuhi ketentuan yaitu dengan melihat bahwa lembaga tersebut telah terakeretasi. “Makanya, bagi lembaga yang belum terakretasi, dibina melalui pemetaan mutu hari ini,” imbuhnya.

Menurutnya lagi, jika lembaga itu ada perubahan, peningkatan dapat memenuhi delapan standar nanti, selanjutnya akan mendapatkan nilai yang baik. Kemudian baru pihaknya merekomendasikan ke Badan Akreditasi Nasional (BAN) untuk dilakukan penilaian akreditasi. “Selanjutnya barulah nilai akreditasi lembaga itu keluar, jadi salah satu bentuk penilaian, pengakuan pemerintah terhadap lembaga, ada yang bagus yaitu dengan akeretasi A, B, C. Di bawah itu berarti akreditasi masih diragukan dan perlu dilakukan pembinaan secara maksimal,” terangnya.

Dia menyampaikan, program-program bantuan dari pusat untuk PAUD sangat banyak. Namun persyaratan untuk mendapatkan bantuan harus melalui lembaga yang terakreditasi. “Makanya supaya terakreditasi dilakukan program pemetaan mutu untuk membina satuan PAUD supaya terakreditasi,” tandasnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pasaman melalui Kepala Bidang Paudni, Boy Chandra Lubis mengatakan, saat ini di Pasaman jumlah lembaga PAUD daerah itu mencapai 298 PAUD. 298 PAUD tersebut tersebar di seluruh kejorongan yang ada di daerah itu. “Kita berharap, seluruh lembaga PAUD yang berada di bawah Bidang Paudni ini segera terakreditasi di Kabupaten Pasaman,” harapnya. 

Selain itu berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan pemetaan mutu terhadap kepala PAUD dan operator dipandu oleh Firma dan Metrawati, sebagai salah satu tim inti pemetaan mutu dari BP PAUDSumbar. (nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Sutan Riska Jadi Narasumber pada Peringatan Hari Maritim Nasional

Kam Sep 24 , 2020
PULAUPUNJUNG, KP – Bupati DharmasrayaSutan Riska Tuanku Kerajaandiundang menjadi salah satu narasumber pada acara puncak peringatan Hari Maritim Nasional ke 56yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Zoom Meeting, Rabu (23/9).Bupati yang pada kesempatan itu didampingi Kepala Dinas BudparporaSutanTaufikdiminta untuk memberikan orasi dengan tema ‘Sungai Urat Nadi Peradaban […]