18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PILGUB SUMBAR, Empat Paslon Resmi Punya Nomor Urut

PADANG,KP – KPU Sumbar menetapkan nomor urut paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) melalui rapat pleno terbukayang dihadiri pasangan dan parpol pendukung dengan jumlah terbatas, Kamis (24/9).

Pleno terbuka disalah satu hotel di Kota Padangitu dipimpin langsung Ketua KPU Sumbar, Amnasmen, dan didampingi anggota atau komisioner kordinator divisi masing-masing yakni, Izwaryani,Gebril Daulai, Nova Indra dan Yanuk Sri Mulyani, serta sekrtaris Firman.

Selain para komisioner dan Sekretaris KPU Sumbar, juga hadir Bawaslu dan stakeholder lainnya yang terkait dalam penyelenggaraan pilkada.

Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengatakandengan telah ditetapkan sebagai paslon dan telah mendapat nomor urut, maka semua calon serta tim pemenangan, baik parpol dan non-parpol wajib mengikuti aturan berlaku pada tahapan pilkada berikutnya.

Ditegaskannya, jika ada pelanggaran yang terjadi, maka resiko akan ditanggung para calon dengan sanksi paling berat bisa dicoret dari pencalonan.

“Setelah semua ditetapkan menjadi paslon dengan nomor urut, maka wajib untuk mengikuti aturan tahapan, baik kampanye maupun komentar dimedia massa, media sosial atau lainnya, karena bisa menjadi pelanggaran dan mendapat sanksi,” ulas Amnasmen.

Pleno penetapan nomor urut calon didahuli dengan deklarasi pilkada damai antara paslon dan semua yang hadir diruangandilanjutkan penandatanganan pakta integritas agar pilkada di Sumbar tidak diwanrai hoax, kampanye hitam, SARA, dan ujaran kebencian.

Berdasarkan pengundian nomor urutditetapkan nomor urut 1 adalah H. Mulyadi dan H. Ali Mukhni, nomor urut 2H. Nasrul Abit dan H. Indra Catri, nomor urut 3H. Fakhrizaldan H. Genius Umar, dan nomor urut 4H. Mahyeldidan Audy Joinaldy.

Sementara, pendukung paslon serta wartawan yang meliput pleno itu menyesalkan tidak dapat memantau prosesi pleno dengan agenda pencabutan nomor urut masing-masing paslonkarena KPU Sumbar tidak menyediakan layar monitor diluar ruangan pleno.

Berkaitan dengan kelalaian KPU Sumbar dalam menyediakan layar monitor, Kasubag Teknis dan Humas Jumiati mengatakanmitra kerja penyiaran sebelumnya tidak memberi masukan terkait hal itu dan juga tidak menyangka kalau akan banyak wartawan serta pendukung yang hadir.

Pleno penetapan nomor urut pasangan calon itu mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian sesuai protap pengamanan yang ada.

MAKNA NOMOR URUT BAGI MASING-MASING PASLON

Paslon nomor urut 1 Mulyadi-Ali Muknhi mengatakan bahwa nomor 1 adalah nomor yang diidam-idamkan oleh semua orang. Bagi mereka, nomor satu adalah nomor sempurna yang maknanya keseimbangan. Dengan begitu, Mulyadi mengajak seluruh masyarakat Sumbar untuk bersatu meraih kemenangan bersama untuk menuju Sumbar yang berkah dan sejahterah.

“Tidak ada kejayaan tanpa kemenangan. Tidak ada kemenangan tanpa kekuatan. Tidak ada kekuatan tanpa kebersamaan. Mari, kita bersama sama meraih kemenangan dan mencoblos nomor satu,” kata Mulyadi usai pengundian nomor urut, seperti dilansir Langgam.id, Kamis (24/9).

Paslon Nasrul Abit-Indra Catri yang mengantongi nomor urut 2 mengungkapkan tidak ada makna khusus dari nomor undian yang mereka dapat.

“Tidak ada makna, tapi kita selalu pegang teguh dua jari dan insyaallah nanti ada maknanya belum saya sampaikan hari ini, nanti akan ada maknanya. Yang jelas kami berdua, saya satu NIC nomor 2, 2 orang artinya,” ungkap Nasrul Abit.

Sementara Fakhrizal-Genius Umar yang mendapat nomor urut 3 menyebut ada makna luar biasa dari angka yang mereka dapat. Dia mengaitkan angka itu dengan Pancasila dan Minangkabau.

“Tiga artinya kalau di kita Minangkabau, tigo tungku sajarangan. Kalau Pancasila ketiga persatuan. Berarti dengan kita, bersatu Sumbar maju,” ucapnya.

Berbeda lagi pemegang nomor urut 4, Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy. Pasangan ini berharap nomor 4 yang mereka dapat bisa mewakili tujuan mereka meniru kepemimpinan empat Khalifah dalam memimpin Sumbar nanti.

“Orang Minang itu harus tau Jo nan Ampek, empat penjuru mata angin, kesuksesan setelah Rasulullah oleh empat khalifah dan insyaallah dengan kebersamaan dan keteladanan, semangat yang dicontohkan oleh empat khalifah itu mudah-mudahan kita bisa membangun Sumatera Barat yang lebih sejahtera lagi,” jelas Mahyeldi. (bim/lgm)