9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Spesialis Copet Dalam Angkot Ditembak Polisi

PADANG, KP – Pelarian pelaku copet yang sering beraksi dalam angkutan kota (angkot) di Kota Padang, berakhir. Pelaku yang diketahui berinisial Ji (41 tahun) alias Jn Fales itu berhasil ditangkap pihak kepolisian Rabu malam (23/9) sekitar pukul 20.00 WIB.

Penangkapan pelaku dilakukan di Jalan Raya Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Karena berupaya kabur saat ditangkap, pihak kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas terukur unuuk melumpuhkan pelaku dengan timah panas.Peluru bersarang di kaki sebelah kiri pelaku yang membuatnya menyerah. Usai diamankan, pelaku dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Pelaku ini spesialis copet dalam angkot di Padang. Diperkirakan telah beraksi sebanyak 17 kali bersama rekannya yang lebih dulu telah ditangkap,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, dilansir langgam.id, Kamis (24/9).

Menurut Rico, pelaku terkahir beraksi pada 15 September lalu di dalam angkot jurusan Pasar Raya – Aur Duri. Dari aksi pelaku, satu unit telepon seluler milik seorang penumpang berhasil dicurinya.

Dikatakannya, modus saat beraksi adalah mengalihkan perhatian korban dengan cara pura-pura mengggeser bangku serap yang ada di depan korban. Tindakan ini dilakukan oleh rekannya, sementara pelaku sebagai eksekutor.

Sebelumnya, rekan pelaku berinisial Dn (39 tahun) telah lebih dulu ditangkap pihak kepolisian di kawasan Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Selasa (15/9). Pelaku ini juga terpaksa ditembak polisi karena berupaya kabur.Pelaku juga merupakan residivis atau beberapa kali keluar masuk penjara. Menurut Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir, pelaku Dn sudah lima kali divonis hukuman atas kasus jambret.

“Dulu juga pernah ditembak, tapi tidak jera. Untuk sementara pengakuannya beraksi di 17 TKP bersama rekannya” jelas Imran.

Dia mengungkapkan, mayoritas korban dari aksi pelaku adalah ibu-ibu. Bahkan, satu di antara korbannya meninggal dunia usai dijambret. Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Padang Timur pada 27 Agustus lalu.

Imran mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan kerja keras anggotanyauntuk meminimalisir aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat. Aksi kejahatan pelaku seperti curanmor, curat hingga curas menjadi prioritas.

“Ini atensi Pak Kapolda Sumbar menjadi prioritas penanganan 3 C (curanmor, curat dan curas). Pokoknya yang meresahkan masyarakat menjadi target kami. Beberapa pelaku lainnya sekarang dalam target kami,” ujarnya. (lgm)