18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Wako Ramlan Ingatkan Pelaku Industri Pariwisata Agar Selalu Patuhi Protokol Kesehatan

BUKITTINGGI, KP – Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias mengingatkan pelaku industri pariwisata di Kota Bukittinggi agar selalu mematuhi protokol kesehatan untuk kebaikan bersama guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Walikota di hadapan ratusan pelaku industri wisata Bukittinggi pada  pertemuan silahturahmi dengan Pemko di Balairung rumah dinas Walikota Belakang Balok Bukittinggi, Selasa (22/9).

Pertemuan silaturahmi tersebut dihadiri Asisten I dan III Setda, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan Kepala Bapelitbang. Sedangkan dari industri pariwisata, turut hadir ketua dan pengurus HPI, PHRI, ASITA, Kkomunitas driver pariwisata, fotografer di objek wisata, pedagang souvenir, pelaku seni pertunjukan, Duta Wisata Bujang jo Gadih serta pelaku pariwisata lainnya.

Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias, mengucapkan terima kasih kepada pengusaha dan pelaku pariwisata karena telah mendukung kepariwisatan Bukittinggi Di mana dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan jumlah kunjungan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari kepariwisataan.

“Masa depan Bukittinggi terletak di pariwisata dan pariwisata merupakan tulang punggung kota ini, hidup kita ada di pariwisata, untuk itu mari kita ciptakan kondisi kota yang kondusif. Dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Bukittinggi, mari kita sama-sama mematuhi protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah. Pariwisata adalah trust, kepercayaan tamu harus dijaga, selalu ingatkan tamu-tamu agar selalu memakai masker,” ujarnya.

Kemudian Wako Ramlan juga menginformasikan tentang capaian dan peningkatan PAD yang signifikan dari bidang kepariwisataan. “Ada yang mengatakan bahwa walikota itu keras, ya saya memang keras dengan aturan, karena aturan itulah yang bisa menyelamatkan kami. Kalau tidak dengan aturan kota ini tidak akan terurus, pemerintah selalu memikirkan kepentingan orang banyak, bukan kepentingan kelompok,” tuturnya.

Sementara salah seorang pelaku industri pariwisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Hen dalam sesi tanya jawab, sangat mengapresiasi kinerja Wako Ramlan yang begitu total dalam mengelola kota dan kepariwisataan Bukittinggi. “Atas nama pelaku industri pariwisata, kami dari HPI yang melihat perkembangan Bukittinggi saat ini sangat mengapresiasi kinerja pak Walikota mulai dari tahun 2016. Walikota betul-betul total mengelola Bukittinggi, karena Bukittinggi juga sebagai icon kota wisata Sumbar, untuk itu kami mengucapkan terima kasih banyak,” ungkapnya.

Kemudian Hen juga menyampaikan harapan dari pelaku industri pariwisata, agar lebih mengoptimalkan keterlibatan stakeholder pariwisata dalam pengembangan kepariwisataan. Dan berharap pada iven-iven pariwisata yang diikuti, didampingi Dinas Pariwisata serta termasuk lebih memperhatikan keamanan ta mu di objek wisata dengan membedakan guide yang berlisensi dan yang tidak memiliki lisensi. (eds)