21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

‘Ditembak’

WARGA Kota Padang selalu mendambakan kehidupan aman lahir dan bathin. Tidur enak berkeruh, makan bertambuh, terjauh dari rusuh dan hidup tidak berselingkuh.

Memang tidak mudah menciptakan rasa aman itu. Butuh pengertian banyak pihak. Yang sangat dibutuhkan adalah partisipasi kita semua untuk menghadirkan rasa aman dalam berkampung dan bernagari.

Khusus di Padang yang merupakan kota terbesar di Sumatra Barat,‘kebersamaan’ sangat dibutuhkan untuk menciptakan rasa aman tersebut. Hindari takabur, sombong, dan tak mau tahu dengan lingkungan. Bahkan, dengan siapapun kita berdekatan dan orangnya tak begitu kita kenal, pandai-pandailah menempatkan diri. Termasuk diatas kendaraan umum yang sewaktu-waktu terbilang rawan. Ada diantara penumpang yang ‘bagaleseh-peseh’, boleh jadi ada niat jahat dalam hatinya.

KORAN PADANG terbitan Jumat (25/9) menampilkan pemberitaan spesialis copet dalam angkot yang ditembak polisi. Lengkap disertai foto pelaku dengan tangan diborgol duduk diatas kursi roda. Salah satu kakinya tampak dibalut perban.

Bagaimanapun, kita berharap Padang jadi kota yang aman, nyaman, tenteram, dan terjauh dari beragam aksi kejahatan. Polisi sudah bekerja keras mengamankan kota tercinta ini dari beragam modus kejahatan. Akan tetapi, meski satu-persatu pelaku kejahatan ditangkap, yang lain muncul lagi. Keluarpenjara pun ternyata dia tak sadar juga. Kambuh lagi perbuatan jahatnya.

Bagaimana menyadarkan pelaku kejahatan itu?Tak sulit. Pak polisi tentu sudah ada ilmu ‘menyadarkan’ penjahattersebut. Kalauresidivis beraksi lagi, boleh jadi yang bersangkutan belum menerima ‘ilmu kesadaran’ dari aparat kamtibmas.

Lita berharap, mereka yang berperangai begajul itu muncul kesadarannya setelah diberi resep khusus oleh polisi. Sehingga mereka tidak lagi meresahkan masyarakat.

Padang sebagaikota besar semi metropolitan di Sumbar sudah saatnya berada dalam situasi aman dan kondusif dalam arti yang sesungguhnya. Peran pemuda tungganai kampung perlu terus dimaksimalkan. Ronda kampung dan RT/RW pantas dilaksanakan secara rutin. Untuk menyukseskan keamanan lingkungan ini, peran setiap kepala keluarga sangat diharapkan.

Di era corona melanda negeri ini, kemiskinan sangat terasa. Negarapun diambang resesi. Jelas menyengsarakan banyak pihak. Aksi ‘si tangan panjang’ takkan terhindarkan. Oleh karena itu, aparat kamtibmas kita harapkan mampu memberi efek jera pada begajul kejahatan yang meresahkan. Kepada jajaran kepolisian di kota tercinta ini yang terus ‘mengamankan’ pelaku kejahatan tanpa kenal lelah mari kita ucapkan terimakasih. Insya Allah kota ini akan aman-aman saja. *