KPU Pasbar: Silahkan Kampanye Namun Perhatikan Protokol Kesehatan

admin

SIMPANGEMPAT, KP – Tahapan demi tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020 di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) telah dilalui. Kamis (24/9) lalu telah dilaksanakan penetapan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pasbar sebanyak lima pasangan calon yang akan berlaga pada Desember 2020 mendatang.

Setelah tahapan penetapan calon, salah satu tahapan penting yang akan dilalui adalah masa kampanye.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasbar, Alharis mengatakan, berdasarkan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 bahwa masa kampanye akan berlangsung mulai 26 September hingga 5 Desember 2020.”Hari ini (kemarin-red) kita laksanakan rapat koordinasi dengan Bapaslon mengenai tahapan kampanye,” ujar Alharis di Simpangempat, Jumat (25/9).

Dilanjutkan, setelah itu akan diikuti masa tenang yakni pada 6 – 8 Desember 2020 dan pada 9 Desember 2020 dilakukan pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kemudian, untuk pengumuman hasil penghitungan suara akan dilakukan pada 9 -15 Desember 2020 dan rekapitulasi serta penetapan hasil penghitungan suara pada 16 – 20 Desember 2020.

Bicara soal kampanye, Alharis mengatakan metode kampanye konvensional umumnya memang melibatkan banyak massa. Namun, saat ini berdasarkan PKPU Nomor 13 Tahun 2020, kampanye dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kerumunan, karena kerumunan memiliki risiko meningkatkan penularan dan semua kegiatan kampanye yang menimbulkan kerumunan dan potensi penularan itu dilarang,” tegasnya.

Pihak KPU mempersilahkan pasangan calon untuk kampanye, namun dengan cara lain supaya betul-betul bisa melindungi keselamatan masyarakat.”Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Itu yang harus kita jaga betul,” pungkasnya. (rom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

‘Ditembak’

WARGA Kota Padang selalu mendambakan kehidupan aman lahir dan bathin. Tidur enak berkeruh, makan bertambuh, terjauh dari rusuh dan hidup tidak berselingkuh. Memang tidak mudah menciptakan rasa aman itu. Butuh pengertian banyak pihak. Yang sangat dibutuhkan adalah partisipasi kita semua untuk menghadirkan rasa aman dalam berkampung dan bernagari. Khusus di […]