19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Menyeruput Kenikmatan Secangkir Kopi di Lereng Gunung Sago

BAGI para kopi lovers, menyeruput secangkir kopi diyakini bisa meningkatkan suasana hati. Maka tak heranpara pecinta kopi tak bisa melewatkan seharipun tanpa kopi. Nah, bagaimana kalau menyeruput kopi disuguhkan dengan pemandangan alam yang luar biasa? Tentunya bisa menumbuhkan imajinasi yang penuh warna.

Ya, ditempat yang satu ini, menyeruput secangkir kopi bukan hanya soal enaknya saja, suasananya juga ikut berperan. Namanya Gudang Kopi Kubua Jawi Camp, berlokasi di Lereng Gunuang Sago, tepatnya di Jorong Simaladuang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Lebih kurang menempuh jarak 20 km dari pusat Kota Payakumbuh, bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun empat. Lokasinya sedang hitsaat ini, diburu semua kalangan untuk mencicipi secangkir cita rasa kopi asli Luak Limo Puluah sekaligus memandangi kindahan alam Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh dari atas gunung.

Bayangkan, ngopi ditemani suara angin, suara hewan, burung liar dan serangga, seolah sahut menyahutmelantunkan irama merdu menambah indahnya suasana. Apalagi malam hari, gemerlap lampu kota tak mau kalah untuk memukau para pengunjung.

Dulunyalokasi ini tak banyak diketahui masyarakat. Cuma rimba yang dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam. Beberapa tahun belakangan masyarakat sekitar berswadaya menjadikan lokasi ini sebagai warung kopi dengan pemandangan alam yang mempesona.

Seiring waktu, tempat ini pun mulai dikenal para wisatawan. Banyak pelancong yang mengunjungi tempat ini. Spesialnya lagi, biji kopinya langsung di-grinder di lokasi.

“Ditempat inikita hanya menyediakan kopi asli Limapuluh Kota, Robusta Asli Sungai Kumuyang alias Luli (Luak Limopuluah – red),” sebut Dewa, salah satu barista kopi kepada penulis, Kamis (24/9).

Memang, masyarakat yang menjual kopi disini tidak menjual kopi merek lainnyaselain kopi Sungai Kumuyang. “Itu tujuan kita, membumikan kopi asli daerahyang rasanya tak kalah nikmat dari kopi dari daerah lain,” tambah Dewa.

Menu kopi ditempatnya pun beragam. Tak hanya tubruk, kopi khas Sungai Kumayang ini juga diolah menjadi capucinno, latte, dan lainnya.

Dikatakannya, sejak disulap sebagai tempat ngopi dan wisata alam, lokasi itu tak pernah sepi pengunjung. Sehingga menjadi ladang rejeki baru bagi masyarakat, termasuk para petani kopi sekitar.

Hal senada juga diungkapkan Jas, juru parkir sekaligus pengelola lokasi warung kopi ditempat itu. Ia menceritakan bagaimana awalnya ia bersama pemuda swadaya menggarap lokasi tersebuthingga akhirnya menjadi buruan masyarakat dari berbagai daerah.

“Mudah-mudahan lokasi ini bisa menjadi destinasi agrowisata baru di Kabupaten Limapuluh Kota,”sebutnya.

Dijelaskannya, warung kopi tersebut buka dari pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 21.00 WIB. “Jadi, pengunjung yang ingin menikmati kopi disini bisa merasakan suasana pagi hari, suasana senja yang merah merona, dan pijar warna-warni lampu kota dimalam hari,” sebutnya.

SENSASI NEGERI DIATAS AWAN

Sebenarnya tidak hanya tentang kopi dan keindahan alam pada sore dan malam hari saja. Seiring ramainya pengunjung yang datang, pengolala ditempat ini juga menjadikan lokasi itu sebagai area kemping bagi pencinta alam.Masyarakat juga bisa bermalam ditempat ini, merasakan udara yang sejuk dan tenang.

“Kalau warung kopi pukul 21.00 WIB memang sudah tutup. Namun kita juga menyediakan lokasi kemping bagi wisatawan,” sebut Jas.

Pada waktu subuh lebih indah lagi. Pengunjung bisa merasakan pesona hamparan awan dari atas gunung. “Banyak yang bilang ini negeri diatas awan. Dapat dirasakan pada waktu subuh hingga pukul 07.00 pagi. Itu kalau cuacanya sedang bagus,” tambahnya.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana itu, pengelola hanya mematok tarif Rp20.000 untuk satu orangdengan syarat tenda disediakan sendiri oleh pengunjung.

Salah satu pengunjung yang menikmati ‘sekeping surga’ di lereng Gunung Sago ini mengaku sangat terpesona. “Ini sudah yang kesekian kalinya saya bersama teman-teman datang menikmati kopi disini. Belum lama ini kita juga pernah camping, pesonanya begitu indah,” sebut Erwinasal Payakumbuh.

Ia bersama tujuh teman lainnya memang sengaja mampir ke kawasan Kubua Jawi Camp hanya untuk ngopi-ngopi sambil menikmati suasana malam.

Menurutnya, citarasa kopi robusta Sungai Kumuyang tidak kalah dengan yang lainnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh Toni, Rama Deni, Al, dan Ria, pengunjung satu kelompok ini yang sengaja datang ke lokasi itu karena hits di media sosial.

“Tempatnya sangat instagramable, cocok untuk berfoto-foto ria. Harga secangkir kopi juga murah meriah. Asyik untuk ngobrol-ngobrol ringansembari refreshing di pegunungan,” jelasnya.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan kesejukan pegunungan ayo segera datang kelokasi ini. Karena saat ini masa pandemi jangan sampaitidak memperhatikan protokol kesehatankarena pengelola juga mewajibkan pengunjung yang masuk memakai masker. *