29 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Anton Wira Tanjung Sandang Gelar Datuak Panji Alam

PARITMALINTANG, KP – Kabag Humas dan Protokoler Padangpariaman Anton Wira Tanjung, disandangkan gelar Sako Datuak Panji Alam, Sabtu (26/9). Gelar itu disandang Anton dikarenakan telah wafatnya Mahyuddin Datuak Panji Alam penghulu Suku Tanjung Nagari Sungai Sariak VII Koto pada Sabtu itu. Di mana Mahyuddin merupakan mamak dari Anton Wira Tanjung.

“Patah tumbuah hilang baganti, begitu pepatah Minangkabau yang telah menjadi tradisi dalam mewarisi “Sako” dari mamak turun ka kemenakan,” ujar Anton.

Untuk menapaki “patah tumbuah hilang baganti”, telah disepakati “bakaum Jo basuku” sarato Niniak mamak Nagari Sungai Sariak untuk meneruskan gelar Sako Datuak Panji Alam kepada kemenakan beliau, yakni Anton Wira Tanjung. Sehingga dengan telah disepakatinya oleh kaum dan niniak mamak banagari, mulai Sabtu (26/9) gelar sako Datuak Panji Alam suku Tanjung Nagari Sungai Sariak telah berhak disandang Anton Wira Tanjung.

“Mamak kami menghembuskan nafas terakhir kemarin malam (Sabtu-red), sebagaimana tradisi di Minangkabau gelar sako sebuah kaum dari mamak turun ke kemenakan,” terang Anton yang juga Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Padangpariaman itu.

Mantan Sekretaris Bawaslu itu juga menambahkan, sebagaimana telah disepakati bersama oleh kaum dan ninik mamak serta nagari, maka ia dipilih mewarisi gelar Datuak Panji Alam sebagai penerus mamaknya dalam membimbing dan mengayomi kaum Suku Tanjung di Nagari Sungai Sariak.

“Semoga amanah yang telah diberikan kaum Suku Tanjung ini dapat dilaksanakan dengan baik, serta dapat mengayomi kaum serta membimbing kemenakan di kaum kami,” tutupnya. (war)