Ketua DPRD Sumbar Supardi: Pembahasan RAPBD Harus Optimal

admin

PADANG, KP- Ketua DPRD Sumbar Supardi menyayangkan kebijakan gubernur yang melantik Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Hansastri dan Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Sumbar Zaenuddin sebagai Pejabat Sementara (Pjs) untuk menggantikan kepala daerah yang mengajukan izin cuti mengikuti pilkada serentak 2020. Hansastri ditunjuk jadi Pjs Bupati Pasaman Barat dan Zaenuddin jadi Pjs Walikota Bukittingi.

Supardi berharappembahasan agenda penting sepertiRancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2021 dan Perubahan RAPBD 2020 tetap berjalan optimal.

“Pembahasan RAPBD harus optimal, bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat serta pembangunan daerah,” ujar Supardi kepada KORAN PADANG, Minggu (27/9).

Dia menjelaskan penunjukan Pjs kepala daerah memang merupakan kewenangan Gubernur Irwan Prayitno. Pihaknya juga tidak mengetahui apa-apa saja pertimbangan dan indikator dalam penunjukan Pjs.Namun disayangkan ada sektor tertentu yang ditambah dengan beban tugas yang lebih berat. Padahal tugas mereka sendiri sudah sangat berat sebagai kepala OPD. Mereka harus fokus terhadap beban tugas yang berat.

“Kita sudah tahu kapasitas dan kualitas pemerintah provinsi, dimana kelebihan dan kekurangannya, artinya ada kekhawatiran bagi kita kalau seandainya pada sektor tertentu dibebani tugas yang berat, sedang tugas yang sekarang saja mereka keteteran,” katanya.

Masukan ini sudah sejak awal disampaikan oleh DPRD Sumbaragar tidak menunjuk orang yang menjadi kepala dinas atau kepala badan yang secara beban tugas sangat dibutuhkan saat ini dalam pembahasan RAPBD 2021.Sesuai dengan Permendagri Nomor 64 Tahun 2020, rancangan KUA PPAS harus diselesaikan 25 Agustussementara RAPBD 2021 disampaikan pada minggu kedua September, namun KUA PPAS 2021 belum dibahas saat ini.

“Khusus untuk Bappeda dan Bakeuda sangat dibutuhkan saat ini, mereka ujung tombak dalam pembahasan. Bahkan setelah ketuk palu beban mereka juga tidak berkurang karena harus mengeksekusi keputusan,” katanya.

“Nanti tentunya mereka akan membawa berkas-berkas ke Pasaman dan Bukittingi. Dikhawatirkan efeknya akan memperlambat kegiatan eksekusi keputusan nantinya. Nantinya bisa tugas mereka sebagai Pjs bisa terabaikan dan tugas mereka sebagai kepala dinas juga terabaikan.Kalau melihat pengalaman yang sudah-sudah pastilah terlambat, cumamudah-mudahan lah, kalau Gubernur punya pertimbangan lain bagi orang-orang ini,” imbuhnya.

Supardi menambahkan, pemprov saat ini juga sedang fokus dalam penanganan covid-19. Terutama pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Selain itu, Pemprov Sumbar dan DPRD juga akan membahas RAPBD 2020 perubahan.

“Banyak hal yang harus dilakukan di APBD itu sehubungan dengan target yang telah disepakati dalam Perda RPJMD. Apalagi dalam pemulihan ekonomi akibat covid-19,” tegasnya.

Ia melanjutkan, gubernur dan pejabat pemprov harus memusatkan konsentrasinya terhadap pembahasan APBD dan perekonomian. Jika pejabat terkait dilibatkan, kata dia, ditakutkan konsentrasinya bisa pecah. Sebab, pembahasan APBD dan penanganan Covid-19 butuh konsentrasi penuh.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menanggapi keraguan DPRD tersebut. Ia sudah menekankan agar semua Pjs mengatur waktu antara urusan pemerintahan dan sebagai kepala dinas di Provinsi. Gubernur menyebut semuanya bisa dikoordinasikan lewat komunikasi yang lancar. Menurutnya, pembahasan RAPBD memang harus bertemu tetapi itu juga bisa diatur jadwal.

“Semua bisa diatur, semua sistem dalam pemerintahan akan berjalan, kepala daerah bisa memantau dan arahan lewat telpon, jadi gampang saja mengatur jadwal,” kata Irwan.“Dari 8 PJS itu kan cuma Pak Zaenuddin dan Pak Hansastri yang ikut RAPBD yang lainnya kan tidak,” sebutnya. (fai/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kram Saat Berolahraga, Ketua PN Lubukbasung Meninggal

LUBUKBASUNG, KP – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Basung Kabupaten Agam Teti Sulastri meninggal dunia saat berolahraga renang di salah satu hotel di Maninjau, Sabtu sore (26/9) sekitar pukul 17.15 WIB. Setelah disemayamkan, Jenazah Teti dibawa ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat. Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan, menerangkan […]