19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemerintah Gelontorkan Paket Wisata 50%, Padang dan Bukittinggi Masuk!

JAKARTA – Para pelaku agen travel menyambut baik rencana pemerintah yang akan memberikan paket wisata yang didiskon sebesar 50 % (persen). Association of The Indonesians Tours and Travel Agencies (Asita) mencatat ada 25 kota yang masuk diskon paket wisata 50 persen.

Seketariat Jenderal Asita Bahriyansyah mengatakan, 25 kota ini memiliki nilai jual yang mana juga memiliki tempat wisata yang indah dan nilai jual yang besar. Ke-25 kota yang dapat diskon wisata itu rinciannya adalah Medan untuk lokasi Danau Toba, lalu Padang untuk wisata Bukittinggi, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Banyuwangi, Bali, Lombok, Makassar (Toraja), Manado, Ambon, Raja Ampat, Bandung, Kepri, Belitung, Pangkalan Bun, Labuan Bajo, Malang, Lampung, Gerawan, dan terakhir Sumba.

“Diputuskan baru 25 kota kita tetapkan dengan permintaan mengenai penerbangan dan destinasi yang cukup terkenal dan punya nilai jual dengan low factor pesawat antar provinsi yang memungkinkan low factor dan antar provinsi yang memungkinkan,” ujar Bahriyansyah, Senin (28/9)

Dia melanjutkan program ini akan berlangsung selama tiga bulan yang diawali pada bulan Oktober. Paket wisata itu hanya bisa dibeli oleh WARGA NEGARA INDONESIA (WNI).

“Jadi ini bisa memacu kemauan pemerintah untuk bisa menggairahkan pariwisata,” jelasnya.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah Indonesia menyediakan dana stimulus. Salah satunya dengan menggagas program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menangani kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dengan melibatkan K/L terkait.

“Indonesia dapat memanfaatkan dana stimulus itu untuk membangun industri, infrastruktur, dan kegiatan-kegiatan lain agar langsung tepat sasaran. Tahun ini kita memperoleh dana sebesar Rp895 triliun,” beber Menko Luhut seperti dikutip website resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin (28/9).

Menurutnya stimulus untuk industri pariwisata direncanakan memperoleh anggaran sebesar Rp1 triliun bersamaan dengan pada saat vaksin mulai didistribusikan di Indonesia di bulan Desember. Pemerintah akan memberikan diskon paket pariwisata sebesar 50 persen per Nomor Induk Kependidikan (NIK). Maksimum diskon Rp2,35 juta per NIK. Dengan hal ini diharapkan terjadi multiplier effect sebanyak 4,58 kali sampai 5,85 kali atau senilai dengan Rp9,34 triliun sampai Rp11,93 triliun.

“Selain memfungsikan dana stimulus, pemerintah akan memfokuskan pada pariwisata domestik hingga akhir tahun 2020. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Dalam mengusung kegiatan pariwisata selama Covid-19, pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan agar wisatawan merasa yakin untuk melakukan perjalanan,” bebernya.

Menko Luhut melanjutkan, kemungkinan tahun 2021 Indonesia akan memperoleh dana stimulus sekitar Rp500 triliun. Meskipun lebih sedikit daripada tahun 2020, Indonesia tetap bisa menggunakannya untuk bentuk-bentuk yang produktif, seperti pembuatan real estate, pengembangan budidaya tambak udang, dan sebagainya. Diharapkan hal ini dapat memberikan pemasukan bagi negara dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kami berharap pada tahun 2021, perekonomian Indonesia akan kembali tumbuh menjadi 4,5% hingga 5%,” tandasnya. (ozc)