14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemko Pariaman Adakan Rakor Tata Kelola Wisata Talao Pauh

PARIAMAN, KP – Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman mengadakan rapat koordinasi bersama stakehorlder terkait di ruang rapat Walikota Pariaman, Senin (28/9). Rapat yang dipimpin Asisten I Yaminurizal itu, diikuiti Dinas Kominfo Kota Pariaman, Dinas Satpol PP dan Damkar, Dinas Koperindag dan UKM, BPKPD, Dinas Perkim dan LH, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Kabag Hukum dan Camat Pariaman Tengah.

“Hari ini (Senin-red) kita melaksanakan rapat koordinasi tentang tata kelola wisata Talao Pauh yang saat ini sedang berkembang. Rakor ini dilaksanakan bertujuan agar wisata Talao Pauh dengan konsep water front city lebih indah lagi, sehingga pengunjung betul-betul merasakan kenyamanan saat berada di lokasi wisata,“ ungkapnya.

Dikatakannya, Wisata Talao Pauh merupakan salah satu destinasi di Kota Pariaman yang baru berkembang. Pemerintah Kota Pariaman dibantu Kementerian PUPR dengan anggaran APBN membangun Talao Pauh. Talao Pauh yang berupa danau kecil itu dikembangkan dengan konsep kota tepi air (Water Front City) untuk mendukung pariwisata di Kota Pariaman.

“Untuk saat ini keindahan di sekitar objek wisata sudah memuaskan pengunjung. Sekarang tugas kita di pemerintahan adalah bagaiamana mengelola tempat wisata ini dari segi pedagang, area parkir hingga bagaimana PAD Kota Pariaman bisa meningkat dengan adanya obyek wisata ini,“ tambahnya.

Untuk itu ia berharap rakor tersebut bisa dituntaskan sehingga mendapat titik temu akan wisata Talao Pauh Pariaman untuk ke depannya. Untuk semua Kepala OPD yang terlibat pada rapat itu, diharapkan kesepakatannya agar Talao Pauh bisa terkelola dengan baik.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono usai rapat mengatakan, rapat tersebut juga dilaksanakan atas instruksi Walikota Pariaman Genius Umar sebelum mengambil cuti agar destinasi itu terkelola dengan baik dan tidak ada pihak yang dirugikan.

“Pada rakor ini kita membahas tentang pedagang yang akan berjualan di sekitar objek wisata. Jangan sampai keindahan Talao Pauh tertutupi karena banyaknya pedagang yang berjualan. Yang kedua kita juga membahas masalah tiket masuk, karena dengan adanya tiket masuk maka kita akan mengetahui berapa banyak pengunjung yang datang selama sehari bahkan seminggu. Dan dengan adanya tiket masuk akan menambah PAD Kota Pariaman, “ ungkapnya.

Kemudian jelasnya, pembahasan ketiga pada rakor tersebut adalah tentang parkir kendaraan. Di mana hingga saat ini penanggung jawab parkir masih bersifat dualisme, apakah akan dikelola oleh pihak desa atau Pemko Pariaman. Selanjutnya juga dibahas masalah daftar menu yang tidak dilampirkan pada setiap pedagang, sehingga menyulitkan pembeli untuk berbelanja karena tidak tahu harganya.

“Kita berharap setiap pedagang bisa menempelkan daftar menu dan harga sehingga para pengunjung bisa mengukur keuangan saat akan memasuki kios-kios yang ada. Untuk itu kita perlu standarisasi harga sehingga akan menjadi contoh untuk destinasi wisata lain yang ada di Kota Pariaman. Terakhir yang akan dibahas adalah parkir dengan satu pintu sehingga terciptanya sapta pesona yang aman, tertib dan nyaman. Jadi para pengunjung memarkirkan kendaraan di area parkir yang telah disediakan dan berjalan melewati jembatan untuk memasuki Talao Pauh,“ terangnya.

“Rakor hari ini dilaksanakan dengan penyampaian bahan yang telah dikonsep oleh Disparbud kepada stakeholder untuk difinalkan pada rapat berikutnya. Sehingga akan ada kesepakatan, regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penataan Talao Pauh secara khusus dan secara umum destinasi wisata yang ada di Kota Pariaman, “ tambahnya. (war/mc)