18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Ayam dan Gambir Limapuluh Kota

SUDAH sangat lama peternak ayam terpopuler di Mungka Kecamatan Guguk dan petani gambir di Pangkalan mengeluh persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Peternak ayam Mungka mengeluhkan pakan jagung yang sulit didapat. Sedangkan petani gambir mengeluhkan harga yang anjlok, apalagi di masa pandemi sekarang ini.

Problema peternakan ayam dan perkebunan gambir di Luhak Limapuluh Kota tersebut muncul dalam pemberitaan KORAN PADANG edisi Selasa (29/9) di halaman 5.

Khusus masalah pakan jagung yang cukup lama mendera peternak ayam terbanyak di Sumbar ini sudah mendapat ‘angin segar’ dari Muhammad Rahmad, tokoh muda nasional binaan Pak SBY melalui program ekonomi umat. Petani diberi modal usaha berkebun jagung tanpa bunga. Penyedia dananya adalah lembaga masyarakat Peduli Petani Indonesia (Mappindo) dan Bank Infak termasuk menyiapkan bibit jagung unggul, pupuk, racun, dan biaya operasional untuk masyarakat yang akan mengelola lahan mereka.

Melalui program ini disediakan dana Rp5 juta untuk setiap petani yang membuka lahan jagung seluas satu hektare sebagai biaya operasional bagi keluarga sambil menunggu hasil panen.

Program jagung Muhammad Rahmad ini sudah sukses di daerah lain. Bahkan Wagub Sumbar Nasrul Abit turut serta panen jagungdi Baruah Kubang beberapa waktu lalu. Membanggakan.

Saat ini tercatat 125 hektare lahan terlantar yang bakal segera diolah di berbagai lokasi di Limapuluh Kota. Tampaknya Muhammad Rahmad yang merupakan alumni Aliyah Padangjapang dan IAIN Imam Bonjol dan sekarang tengah menempuh jalan ke menuju Kantor Bupati di Bukit Sarilamak ini memang anak muda kreatif.

Untuk masalah gambir di Pangkalan dan sekitarnya, grup Mappindo diharapkan juga tampil memberikan solusi.

Boleh jadi, Rahmadlah satu-satunya calon kepala daerah di Sumbar yang tampil nyata mensupport usaha ekonomi produktif (UEP). Bahkan program itu sudah berlangsung sebelum genderang pilkada ditabuh.

Di Limapuluh Kota masih banyak UEP masyarakat yang perlu dimaksimalkan. Diantaranya pengembangan usaha perikanan rakyat, peternakan sapi, perkebunan jeruk, dan banyak lagi yang lainnya.

Tambang emas liar yang ada di Luhak Limopuluah juga pantas diprogramkan jadi Badan Usaha Milik Daerahsesuai aturan yang ada. Tentu banyak lagi lainnya yang bisa digarap. Semua program yang sudah direncanakan Rahmad bersama Pak Asirwan Yunus Insya Allah benar-benar menjadi rahmat untuk kesejahteraan warga Limapuluh Kota dan sekitarnya. *