14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

‘Gebu Liko’ Bantu Dunsanak di Kampung

LIMAPULUH KOTA, KP- Satu setengah bulan Gerakan Sedekah Seribu Sehari, disingkat Gebu Liko (Gerakan seribu Limapuluh kota) terbentuk, mengalir dana donasi lebih Rp10 juta.

Dana tersebut diperuntukkan untuk buruh tani yang miliki tanah, namun tak cukup modal untuk berusaha, bercocok tanam. Atau untuk membantu pelaku usaha makanan, industri rumah tangga dan kerajinan.

Dana donasi tersebut tanpa bunga, dikembalikan setelah hasil kebun, porak dipanen. Atau selambatnya enam bulan. Sedangkan bantuan modal untuk usaha makanan dikembalikan tiap bulan, atau dua bulan sekali. Dan lunas dijangka waktu enam bulan.

Ketua Gebu Liko, Akmal Darwis menjelaskan, dana donasi tersebutdikumpul melalui rekening atas nama Forum Peduli Luak Lima Puluh/BRI 5500 01 01599153 0.

“Forum grup WhatsApp (WA) ini anggotanya sekitar 250 orang. Menetap di kampung, juga di perantauan, di berbagai kota/kabupaten di tanah air.Sadar bahwa tak semua dunsanak di kampung ekonominya baik. Mampu mencukupi kebutuhan anggota keluarga. Maka grup WAini membentuk Gerakan Sedekah Seribu Sehari, disebut Gebu Liko,” jelas Akmal, Selasa(29/9) di Dangung-dangung, Kabupaten Limapuluh Kota.

Dana donasi yang terkumpul telah disalurkan untuk tiga penerima manfaat, masing-masing Rp2 juta. Dua orang keluarga buruh tani. Seorang anak muda yatim untuk berdagang makanan jenis Tansu (ketan-susu), yang menggelar usaha di deretan pasa Dangung-dangung mulai sore hari.Seorang lagi bakal diserahkan pula Rp2 juta. Modal usaha kebun tomat, bawang dan jamur tiram.

Lebih lanjut dijelaskannya, Gebu Liko terbentuk pada 17 Agustus 2020,persis dihari Kemerdekaan, 75 tahun Indonesia merdeka.

Terbentuk melalui rapat zoom meeting. Setelah beberapa pekan sebelumnya dihimpun dukungan masukan dari Prof. Herri, MBA Iramadi Irdja, Dr.Henmaidi,Dr.Ir. Athifah Thaha (selaku pembina).

Prof. Helmi dan Prof. Erman Mawardi selaku pengawas.Sektetaris Dr. Fuad Madarisa, bendahara Siti Khadijah. Ketua Bidang Permodalan Muhammad Kadrial dan Mairo. Ketua bidang Pemasaran Epa Yulianti Mesra.

“Kami menunggupara dunsanak menyalurkan sedekahnya digerakan sedekah seribu sehari, guna membantu dunsanak di kampung yang mau bekerja, mengolah lahan tapi tak punya modal beli bibit, pupuk dan pestisida,“ pungkas Akmal Darwis.(dst)