29 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Ingat, Uang Bantuan dari Pemerintah Jangan Dibelikan HP

JAKARTA, KP – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang penerima Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 juta per penerima dipakai untuk membeli handphone. Bantuan itu harus benar-benar dimanfaatkan untuk tambahan modal usaha.

“Hati-hati, jangan dibelikan handphone. Kalaupun ada sisa harus disimpan untuk perluasan usaha,” ungkap Jokowi saat membagikan BPUM ke beberapa pedagang kecil di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (29/9).

Ia juga meminta para pedagang bisa berpikir layaknya seorang pengusaha, di mana dana yang ada digunakan semaksimal mungkin untuk menambah produk yang akan dijual. Bisa juga untuk membeli kebutuhan bahan baku.

“Yang pedagang asongan misalnya, Rp2,4 juta tadi dipakai untuk perbanyak produk yang akan dijual, berpikirnya harus seperti pengusaha. Jangan sampai itu ada sisa kemudian dibelikan ke hal-hal yang konsumtif,” jelasnya.

Selain ituJokowi juga mengingatkan para pedagang agar lebih semangat dan bekerja keras dalam mempertahankan usahanya. Ia tidak ingin para pedagang kehilangan momentum.Oleh karena itu, bantuan modal yang sudah diberikan harus bisa digunakan sebaik-baiknya untuk mempertahankan usaha.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa kesulitan ekonomi di tengah pandemi corona sejatinya bukan hanya diraskan oleh pedagang kecil, namun juga para pengusaha menengah dan besar. Begitu juga pemerintah. Bahkan, tekanan ekonomi tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga 215 negara lain di dunia.

“Jadi kalau omzet turun harus tetap disyukuri, karena negara saja defisit kok, negara kita ini minus incomenya, pendapatannya, ini bukan sesuatu yang gampang,” ucapnya.

Kendati begitu, ia meyakini kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Sebab, pemerintah tengah menyiapkan produksi dan distribusi vaksin covid-19.Harapannya, vaksin bisa menjadi penawar wabah yang selanjutnya bisa membuat aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal lagi secepatnya.

“Kita harap di Desembervaksin sudah masuk, kondisi tahun depan sudah normal, makanya bapak-ibu jangan kehilangan momentum. Jangan sampai nanti modal kerjanya sudah tidak ada,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BPUM) ini juga diterima oleh 127.361 usaha mikro kecil (UMK) di Sumbar. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar Zirma Yusri mengatakan jumlah UMK di Sumbar yang menerima Banpres Produktif tersebut dibagi dalam dua tahap. Tahap I sebanyak 122.174 UMK, tahap II 5.187 UMK. Sehingga totalnya 127.361 UMK. (ozc)