27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Henny Riza Falepi Optimis Tenun Balai Panjang Tembus Pasar Ekspor

PAYAKUMBUH,KP – Merunjuk pada surat dari Sentra Tenun Balai Panjang Kota Payakumbuh No.01/STB/VII/2020 perihal permohonan bantuan terkait program pendampingan dan pengembangan usaha tenun Balai Panjang, sebagai bentuk kontribusi dalam pengembangan usaha tenun Sumbar, kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar)  melakukan program pendampingan (busines coaching) tahun 2020 kepada Sentra Tenun Balai Panjang yang diadakan di Aula Sentra Randang Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Rabu(30/9).

Program pendampingan dan pengembangan usaha ini dilakukan secara video confrence selama 2 hari dari 30 september 2020 sampai 1 Oktober 2020 dan diikuti 15 orang anggota kelompok yang tergabung di Sentra Tenun Balai Panjang.

Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh, Henny Riza Falepi saat membuka program pendampingan dan pengembangan usaha Tenun Balai Panjang menyampaikan mengucapkan terima kasih kepada tim dari Bank Indonesia yang sudah berkenan membantu melakukan pendampingan kepada Sentra Tenun Balai Panjang menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya.

Lebih lanjut Henny mengatakan, pihaknya optimis hasil tenun dari Sentra Tenun Balai Panjang Tembus Pasar Ekspor tentunya dengan standar dan kualitas yang baik.

“Untuk mewujudkan itu Dekranasda Kota Payakumbuh bersama para pengrajin terus berupaya memberdayakan agar produk mereka memiliki kualitas dan desain sesuai standar ekspor,” pungkas Henny.

Di tempat yang sama seorang praktisi bisnis Joko murdianto yang menjadi narasumber dalam program pendampingan dan pengembangan usaha Sentra Tenun tersebut mengatakan, untuk menetapkan program atau pola pembinaan yang tepat agar UMKM bisa naik kelas, menurut Joko hal ini perlu dilakukan secara bertahap. Dimulai dari tahap pembinaan untuk mengembangkan skala usaha bagi UMKM.

“Pembinaan untuk UMKM sukses yang telah siap memperluas pasar secara online dan akses pembiayaan agar skala usahanya terus meningkat, pembinaan untuk UMKM yang sudah memasarkan produknya secara online dan mendapatkan akses pembiayaan, sampai akhirnya pembinaan untuk memperluas akses ke pasar ekspor untuk UMKM potensial ekspor,” pungkas Joko.(dho)