24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Jual‘Buaya Darat’, Tiga Oknum ASN Dijebloskan ke Penjara

PAYAKUMBUH,KP- Masyarakat Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota-red) pasti ingat bahwa, ada satu unit mobil Pemadam Kebakaran milik Pemko Payakumbuh di dindingnya bermerek ‘Buaya Darat’, meski kondisi fisiknya sudah tua, namun mobil Damkar buatan sekitar tahun 80-an itu, masih berperan memadamkan api pada peristiwa kebakaran yang terjadi di kedua daerah ini.

Namun beberapa tahun belakangan mobil Damkar bermerek dinding ‘Buaya Darat’ tersebut tak lagi beroperasi, karena kondisinya sudah tua dimakan usia.

Namun siapa sangka, ternyata mobil Damkar yang telah menjadi barang rongsokan atau besi tua itu, justru menjadi petaka bagi 3 oknum ASN Pemko Payakumbuh yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh.

Ketiga oknum pegawai Dinas Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Payakumbuh itu masing-masing berinitial AD, HL dan DS, Rabu (30/9) dijebloskan ke dalam tahanan Polres Payakumbuh, karena telah mempreteli dan menjual mobil Damkar tua yang pernah menjadi sejarah bagi lembaga Pemadam Kebakaran dengan motto “ Pantang Pulang Sebelum Padam” itu.

Kapolres Payakumbuh, AKBPAlex Prawira melalui Kasat Reskrim, AKP. M. Rosidi, ketika dikonfirmasi ketika dikonfirmasimembenarkan telah menahan ke tiga oknum pegawai Pemadam Kebakaran Pemko Payakumbuh itu, karena terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi penggelapan atau penjualan aset milik pemerintah.

“Setelah ditetapkan sebagai terangka dan menjalani pemeriksaan intensif ke tiga oknum Pemadam Kebakaran Pemko Payakumbuh tersebut langsung ditahan penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Payakumbuh,” ujar Kasat Reskrim, AKP. M. Rosidi.

Diungkapkan Kasat Reskrim, AKPM. Rosidiketiga oknum ASN Pemko Payakumbuh yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran itu diduga telah merugikan Negara sekitar Rp150 juta.

“Kita memang melakukan penahanan terhadap tiga oknum ASN Pemko Payakumbuh yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran Payakumbuh. Ketiga oknum ASN yang ditahan itu masing-masing berinisial AD, HL dan DS. Ketiga oknum tersebut dijerat dalam kasus dugaan korupsi karena telah menjual satu unit mobil Damkar yang telah menjadi aset pemerintah,” sebut Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim juga menambahkan, ketiga tersangka rencananya akan ditahan di sel Mapolres Payakumbuhkawasan Labuah Basilang hingga Tahap II (penyerahan berkas dan tersangka,red) ke Kejaksaan Negeri Payakumbuh yang direncanakan akan dilakukan minggu depan.

“Untuk kasus dugaan korupsi penjualan aset mobil Pemadam Kebakaran telah kita sidik hampir satu tahun, dan telah kita periksa puluhan orang saksi. Para tersangka kita jerat dengan Pasal 10 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentangTindak Pidana Korupsi,” pungkas Kasat Reskrim, AKP. M. Rosidi. (dst)