9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kabupaten Solok Kurang Gencar Promosikan Keindahan Alam

SOLOK, KP – Guna menggaet kunjungan wisatawan keKabupaten Solok, tentu tidak terlepas dari gigihnya pihak terkait melakukan promosi, baik di media resmi atau di bandara dan hotel-hotel bahkan melalui media Sosial. “Khusus untuk pariwisata, kita harus banyak belajar ke Bali, Bandung atau Yogyakarta yang sudah terlebih dulu maju dari kita,” ucap tokoh masyarakat Kabupaten Solok H. Hasan Basri, Rabu (29/9).

Dikatakannya, di tengah masa Pandemi Covid-19 saat ini, pariwisata Kabupaten Solok harus bersabar. Karena saat di saat normal saja, kunjungan wisatawan masih belum maksimal. “Kita masih kekurangan hotel dan penginapan bagi pengunjung. Masalahnya, orang yang datang itu pasti mencari tempat aman dan yang nyaman,” sebutnya.

Di samping itu katanya, Kabupaten Solok memiliki pemandangan alam sangat menawan. Sayangnya, penataan pariwisata butuh dana yang besar. Selain promosi terus menerus, juga dibutuhkan keseriusan pengelola lokasi wisata. “Saya kurang optimis kalau lokasi wisata masih dikelola pemerintah. Kecuali diserahkan ke pihak ketiga,” terangnya.

Memiliki alam yang indah saja menurut Hasan Basri, belum tentu banyak dikunjungi para turis atau pelancong. Kabupaten Solok misalnya, memiliki alam indah, namun kurang dikelola secara profesional, membuat daerah itu kurang dikenal para turis, baik asing maupun lokal. Kabupaten Solok dengan luas wilayah sekitar 4.594,23 Km² dengan 74 nagari dan 14 kecamatan serta penduduk sekitar 400 ribu jiwa. Secara geografis Kabupaten Solok berada antara 00° 32’ 14’’ dan 01° 46’45” Lintang Selatan dan 100° 25’ 00” dan 101° 41’ 41” Bujur Timur.

Topografi wilayahnya pun lanjutnya, sangat bervariasi antara dataran, lembah dan berbukit-bukit, dengan ketinggian antara 329 meter hingga 1458 meter di atas permukaan laut. Hampir seluruh wilayah atau nagari yang ada di Kabupaten Solok mempunyai daya tarik tersendiri, seperti Gunung Talang dengan Masjid Tuo Kayu Jao dan Kebun teh, Singkarak dengan danaunya. Alahan Panjang dengan Danau dan wisata agrobisnis, Bukit Cambai, Arifan dengan pemandangan alamnya, Sulit Air dengan Jenjang Seribunya serta Bukit Sundi dengan pasar ternaknya. Selain itu, juga ada pemandian air panas Bukit Gadang dan Bukit Kili serta hamparan kebun. 


Sementara Anggota DPRD Kabupaten Solok, Faisal Can menyebutkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata harus berani melakukan terobosan ke luar. Yakni dengan giat melakukan promosi, baik di media atau di hotel-hotel yang ada seperti di Padang, Batam, Bali, Jakarta, Bukittinggi atau daerah lainnya. Terutama yang banyak dikunjungi turis asing dan lokal. Hal itu perlu kerjasama dengan Kadin Kabupaten Solok.

Kemudian jelasnya, Pemkab Solok melalui Dinas Pariwisata juga harus menjalin komunikasi dengan agen wisata di Sumbar, termasuk ASITA dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumbar. Dijelaskannya, jika para turis banyak berkunjung, maka dijamin PHRI Sumbar akan bergairah. “Kalau wisata maju, masalah hotel dan wisata kuliner serta hasil produksi UMKM di Kabupaten Solok akan laris. Untuk itu, diperlukan promosi tentang kondisi daerah. Selain itu yang perlu dibenahi adalah masalah sarana pariwisata dan budaya masyarakat yang selama ini kurang mendukung menyangkut tentang keamanan,” tutur politisi Partai Amanat Nasional itu.

Lebih jauh dijelaskan Faisal Can, faktor keamanan pengunjung dan kenyamanan para pelancong harus diutamakan. Di mana kalau sudah aman, orang pasti akan betah menghabiskan uangnya berlama-lama di Kabupaten Solok.

Senada, tokoh masyarakat Kabupaten Ossie Gumanti, juga sependapat agar Dinas Pariwisata membenahi faktor intern seperti sarana penginapan dan juga promosi ke dunia luar, termasuk penataan Villa di Alahan Panjang Resort. “Kalau masalah kuliner, saya rasa Solok tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja kita kurang fasilitas dan promosi tadi dan juga harus bisa menciptakan rasa aman,” tuturnya. 

Sedangkan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika sebelumnya memang mengakui, Kabupaten Solok kurang sarana pendukung seperti promosi dan hotel berbintang. Namun saat ini untuk turis  domestik yang mau menginap, sudah ada beberapa villa dan penginapan lain. “Ke depan kita butuh investor untuk membangun hotel berbintang,” terangnya. (wan)