18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemimpin Independen

PERJALANAN tahapan demokrasi di Indonesia makin melegakan. Bahlan calon independen tanpa partai politik pun dibolehkan tampil pada pilkada. Khusus di Sumbar, yang sudah sukses memimpin daerah dari non parpol sejak lima tahun lalu baru Bukittinggi dengan Pak WaliRamlan Nurmatias. Untuk pilkada 2020 yang tengah berlansung tahapannya, calon kepala daerah non parpol jumlahnya meningkat. Selain Bukittinggi, juga Pasaman Barat dan Limapuluh Kota.

Mereka para intelektual berbobot tampaknya berkeyakinan bahwa tanpa parpol pendukung tetap terbuka kesempatan. Pertanda demokrasi di Indonesia makin membaik. Rakyat punya pilihan. Pemimpin non parpol tak terhalang dipilih. Bukittinggi sudah mendahului. ‘Lakek tangan’ Pak Wali independen mendunia informasinya. Bukittinggi pun mendunia kepopulerannya. Pendatang ke Sumbarbelum pulang ke tempat asalnya sebelum menikmati Bukittinggi.

Bagaimana hasil Pilkada 2020 di Sumbar, khususnya di tiga daerah yang punya calon independen? Tentu terserah pemilih. Kalau mereka tak lagi berkenan daerahnyadipimpin tokoh yang diunggulkan partai politik, boleh jadi pemimpin independen jadi pilihan rakyat. Sebaliknya, jumlah pemimpin independen ternyata minim mendapatsuara, itu juga pertanda ‘galeh’ mereka tak begitu diminati pemilih.

Bagaimanapun, pemilih di Sumbar rata- rata punya penilaian masing-masing yang tak bisa dipengaruhi kalangan tertentu. Tak bisa diterka pilihan nurani warga daerah ‘awak’ ini. Tanpa menghadiri kampanye punmereka sudah punya pilihan calon pemimpin yang disukainya. ‘Alun takilek alah takalam. Baranang ikan dalam aia lah tantu jantan-batinonyo’.

Untuk itu calon kepala daerah yang berusaha mempengaruhimassa, ‘angguak anggah takah ka iyo, tanyato lah dihituang suaro, nan manang kawan lain’. Disinilah perlunya calon kepala daerah selalu tampil dalam pengendalian diri yang menyegarkan. Yang penting berusaha namun takdir juga yang menentukan. Suratan takdir manusia itu di tangan Allah. Kitapun tentu berharapsiapapun yang menang dalam pilkada nanti, dialah pemimpin kita. Independen atau dari parpol tak masalah. Yang kita harapkan calon kepala daerah jangan jumawa jika menang, dan harus legawa jika kalah. Itu saja. *