19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

UMKM di Padang Luncurkan Produk Baru Sikapi Sepinya Pembeli

PADANG, KP – Salah satu UMKM di Kota Padang yang selama ini bergerak di bidang pembuatan randang‘Dapur Yonica’ memilih meluncurkan produk baru di tengah sepinya permintaan randang akibat pandemi covid-19.

“Kami meluncurkan produk ‘rice bowl’ atau nasi mangkok dan sudah mulai dipasarkan sejak 22 September lalu melalui medsos dan GoFood.Ini merupakan cara kami tetap bisa bertahan,” kata Pemilik Dapur Yonica, Rosmawarty di Padang, kemarin.

Rice Bowl buatan Dapur Yonica itu memiliki lima varian dengan bahan dasar nasi dan ikan tuna. Kelima varian itu adalah Tuna randang, Tuna Katsu Teriyaki, Tuna Katsu Rica, Tuna Katsu Sambal Matah dan Tuna Lado Hijau dengan harga Rp13 ribu.

Sebelum memproduksi rice bowl,ia sempat mengalami kesulitan dalam mempertahankan Dapur Yonicasejak pandemi datang karena aneka randang yang menjadi produk andalan tidak laku lagi di pasaran.

Ia menjelaskan selama ini randang Dapur Yonica dijual ke beberapa gerai oleh-oleh di Kota Padang dan pada umumnya randang itu dibeli oleh wisatawan yang datang ke Kota Padang. Tapi karena pandemi tidak ada wisatawan yang datang sehingga penjualan turun sampai 75 persen.

Untuk mengantisipasi agar tidak bangkrut, berbagai upaya dilakukan oleh Rosmawarty. Pada bulan Ramadan laluia memproduksi Pempek Palembang dengan nama Pempek Cik Unik untuk dijual sebagai menu berbuka puasa.Untuk pemasarannyaia bekerjasama dengan manajemen salah satu hotel berbintang di Padang.

“Alhamdulillah, dalam sehari bisa jual beli dari Rp750 ribu sampai Rp1,2 juta. Pempek Cik Unik saya jual di depan salah satu hotel di Padang dan saya pun bekerjasama dengan pihak hotel. Jualan Pempek Cik Unik itu hanya musiman. Setelah bulan Ramadan gak jual Pempek lagi,” ujarnya.

Setelah Ramadan hingga kini, Dapur Yonica berinovasi dengan memproduksi Rice Bowl Ikan Tuna di samping tetap memproduksi aneka jenis randang namun hanya sesuai pesanan

Pemko Padang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, sebutnya, juga berupaya membangkitkan pelaku UMKM di tengah pandemi saat ini melalui berbagai bantuan. Baru-baru ini bantuan yang ia dapatadalah daging sapi seberat 36 kilogram.Sebagai UMKM yang bergerak di usaha masakan randang, bantuan daging sapi itu tentu membantu sekali. Namun persoalannya adalah pemasaran randang.

“Awal dapat bantuan daging, saya sempat bingung mau diapain daging ini, sementara saya kesulitan untuk menjual randang,” ujarnya.

Kemudian, ia mencoba membuat promo gratis ongkos kirim untuk pemesanan melalui online. Kemudianpromo tersebut ia promosikan ke medsos.Rupanyabanyak yang pesan randang dan pada umumnya pesanan itu dari Jakarta. Sehingga, daging bantuan pemerintah itu akhirnya bisa habis terjual.

Rosmawarty mengemukakan terpikir untuk memproduksi rice bowl, karena selama ini keluarganya sering membeli dan merupakan kebutuhan pokok dan pada pandemi saat ini, masyarakat tentu lebih mengutamakan kebutuhan pokok dibandingkan kebutuhan yang lain.”Saat ini Rice Bowl sudah menjadi makanan kekinian masyarakat perkotaan dan rasanya menggugah selera,” ujarnya. (ant)