18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Warga Sungai Aur Pasbar Mulai Kembangkan Tanaman Vanili

SIMPANGEMPAT, KP – Warga Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), mulai mengembangkan tanaman vanilli sebagai usaha alternatif selain berkebun kelapa sawit. “Kita baru mencoba menanam tanaman vanili di lahan yang tidak terlalu luas dalam satu tahun ini. Saat ini baru setengah hektare lahan yang ditanami,” kata salah seorang petani, Abdus Salim di Simpangempat, Selasa.

Menurutnya, tanaman vanili sangat bagus untuk dikembangkan dan mempunyai prospek bagus. Apalagi saat ini lahan yang ada di Pasbar mulai menyempit dipenuhi dengan tanaman kelapa sawit. “Menanam vanili tidak membutuhkan lahan luas. Halaman atau pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam vanili,” katanya.

Selain itu lanjutnya, perawatan tanaman tidak terlalu sulit dengan tidak banyak pupuk. Cukup setengah kilogram pupuk dalam dua minggu dan memanfaatkan ampas kelapa sawit. Kemudian untuk panennya, satu batang vanili bisa menghasilkan minimal satu kilogram vanili.

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya sudah membina sekitar 500 orang ibu-ibu untuk bercocok tanam vanili. Tanaman vanili kata dia, sangat bagus ditanam dengan harga yang lumayan bagus. Harga vanili dalam keadaan basah saat ini sekitar Rp300 ribu perkilogram dan kering mencapai Rp2-3 juta perkilogramnya. “Masa panennya sekitar dua tahun. Mudah-mudahan tanaman venili yang saat ini ditanam sudah berumur satu tahun dan berhasil,” harapnya.

Di samping itu ia mendatangkan benih vanili dari Palembang dengan harga yang tidak mahal, yakni Rp 25 ribu perbatang. “Kami akan terus mengembangkan bercocok tanam vanilli ini. Mudah-mudahan bisa menjadi tambahan pendapatan bagi petani selain berkebun kelapa sawit,” harapnya. (ant)