BUNTUT PENYEGELAN RUMAH WABUP SOLOK, Polisi Periksa Anggota Laskar Merah Putih

SOLOK, KP – Polisi akhirnya turun tangan dalam kasus penyegelan rumah pribadi Wakil Bupati Kabupaten Solok H. Yulfadri Nurdin oleh ormas Laskar Merah Putih. PolresKota Solok telah mengamankan sembilan orang anggota ormas tersebut yang disinyalir terlihat dalam kasus penyegelan itu.

Kapolres Kota SolokAKBP Ferry Suwandi mengatakan dari sembilan orang yang diamankan tujuh di antaranya berstatus terperiksa. Sementara dua orang lainnyamasih sebagai saksi dalam kasus tersebut.

“Kami sudah memeriksa sembilan orang, tujuh orang di antaranya yang sebagai yang melakukan (penyegelan). Dua orang ini sebagai saksi,” kata AKBP Ferry Suwandi, Rabu (16/9).

Ia mengungkapkan ketujuh orang terperiksa belum ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Pihaknya akan melibatkan saksi ahli pidana, berikut melakukan gelar perkara.

“Kami menunggu saksi ahli dulu, kemudian gelar perkara, baru ditetapkan tersangka. Dari tujuh orang ini, satu di antaranya adalah ketua Laskar Merah Putih markas cabang Kabupaten Solok,” ujarnya dilansir Langgam.id.

Ia mengatakan pihaknya masih mendalami kasus penyegelan tersebut. Termasuk, apakah betul ormas itu disuruh oleh seseorang untuk melakukan penyegelan.

“Kami dalami, kami buktikan duluterkait tindak pidananya. Apakah betul suruhan atau merupakan inisiatif, kan bisa saja adu domba saat ini. Kontestasi politik sedang memanas, adu domba antar pasangan calon, maka kami dalami betul,” ujarnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menyayangkan tindakan ormas yang melakukan penyegelan. Langkah penyegelan semestinya bukan wewenang ormas.

“Tidak boleh (ormas melakukan penyegelan). Kok bisa ormas nagih utang,” kata Satake Bayu.

Sebelumnya, Yulfadri mengatakan penyegelan terhadap rumah pribadinya tanpa sepengetahuannya. Maka itu, dia masih mempertimbangkan langkah selanjutnya.

“Saya sedang pertimbangkan. Apakah dibawa ke ranah hukum atau gimana. Sedang kaji baik buruknya, karena situasi pilkada,” kata Yulfadri. Ia tak menampik dirinya memiliki permalasahan pribadi dengan orang yang disebut menyuruh anggota ormas tersebut melakukan penyegelan. Namun, persoalan utang piutang tersebut telah dilunasi.

“Sudah saya bayar. Saya langsung bayar Rp500 juta, disuruh bayar segitu, ya saya bayar,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, rumah pribadi Wabup Yulfadri Nurdin disegel sejumlah orang dari ormas Laskar Merah Putih. Penyegelan pada Selasa (15/9/2020) pukul 02.00 WIB itu dilakukan atas perintah seseorang yang disebut-sebut merupakan mantan anggota DPR RI karena dipicu masalah utang.

Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah situasi pilkada. Diketahui, Kabupaten Solok termasuk daerah yang ikut menggelar pilkada serentak 2020 dengan empat bakal pasangan calon, yaitu Nofi Candra-Yulfadri (Nasdem-PPP), Desra Ediwan Anantanur-Adli (Golkar-PKS), Epyardi Asda-Jon Firman Pandu (PAN-Gerindra), dan Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman (Demokrat-PDIP-Hanura). (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rumah Kos dan Konveksi Terbakar

Rab Sep 16 , 2020
PADANG, KP – Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Kopi RT01/RW13, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu siang (16/9) sekitar pukul 14.15 WIB. Informasi yang dihimpun KORAN PADANG, rumah yang terbakar terdiri dari dua lantai. Lantai satu digunakan sebagai tempat konveksi. Kemudianlantai dua adalah kos-kosan yang […]