Catatan

KORBAN virus corona terus meningkat di Sumatra Barat. Memprihatinkan. Bukan di Sumbar saja, di daerah lain juga demikian. Belum ada tanda-tanda pandemi ini akan berakhir. Meski sewaktu-waktu angkanya melandai, namun hanya sebatas mengurangi kecemasan saja.

Korban corona tak lagi mereka yang berada di kota-kota yang ramai penduduknya tapi sudah jauh masuk ke pedalaman Sumbar. Bisa jadi ini membuktikan kurangnya kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan. Menjaga jarak hanya sekadar seruan. Bermasker masih dianggap janggal. Begitu juga mencuci tangan. Sama saja. Begitulah.

Meski di daerah lain warga yang tak patuh protokol kesehatan diberi sanksi membersihkan lingkungan, tidur dalam peti jenazah, berdoa di kuburan, dan sanksi lainnya, tapi di Sumbarpelanggar protokol kesehatanhanya tertawa-tawa saja. Paling-paling disuruh pakai masker. Tak merasa bersalah, cuek bebek. Itulah kita terkini. Berucap banyak, sanksi tak diacuhkan. Negeri ini terlalu banyak toleransi. Beginilah jadinya.

Kita belum serius menghabisi corona. Yang muncul hanya kata-kata pemanis. Sehingga corona meluas serangannya, mulai dari perkotaan sampai ke pedalaman. Buktinya, seluruh kota dan kabupaten sudah jadi sasaran makhluk tak kasat mata itu. Korbannya tak pilah-pilih. Dokter, perawat, pejabat, masarakat umum, tak ada kecualinya.

Hanya ‘disiplin’ yang diminta corona itu. Selama ini corona beraksi bersilantas-angan saja. Dia tahu, pejabat cenderung membiarkan pelanggar protokol kesehatan. Dimana kita bisa menyaksikan ‘menjaga jarak’ benar-benar terlaksana? Paling-paling di kantor pemerintahan, itupun kalau atasan kantor tegas.

Sudahlah. Meski sudah beragam bantuan diterima oleh mereka yang berhak, sepertinya corona begitu ‘sayang’ dengan negeri ini. Belum ada tanda-tanda corona akan pergi. Hidup resesi sudah terasa, bantuan yang diterima sudah habis pula. Perubahan belum terasa. Satu-satunya jalan adalah maksimal dalam melaksanakan protokol kesehatan. Yang melanggar disanksi. Berani? Mari buktikan! *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Calon Tunggal di Pilkada Pasaman

Sen Sep 7 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasamanmemperpanjang jadwal […]