CURHATAN MAHASISWI KE WARTAWAN: Kondisi Jalan ke Jorong Rawang Abu Miris

SOLOK, KP – Buruknya akses jalan menuju tempat tinggalnya,membuat salah seorang mahasiswi cantik asal Dusun LurahGalundi,Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok,tergerak hatinya untuk curhat dengan wartawan.

Harapannya hanya satu, bagaimana akses Jalan yang sangat buruk ke kampung halamannya bisa diekspos dimedia dan diperhatikan pemerintah.

“Sejak saya Sekolah Dasar (SD) bahkan sejak lahir hingga sekarang saya sudah kuliah,akses jalan ke Jorong tempat tinggal kami tidak pernah diperbaiki. Bahkan saat ini kondisi jalan semakin parah dan sering membuat kami terjatuh di jalan yang masih buruk dan berbatuan,” kisah Lesti Febria (20), salah seorang warga Jorong Rawang, saat curhat dengan KORAN PADANG,Jumat (24/9).

Menurut Lesti yang juga seorang mahasiswi pada sebuah perguruan tinggi ternama di Kota Padang itu,kondisi jalan akan tambah parah saat memasuki musim hujan, karena licin dan rawan kecelakaan. Sementara saat musim panas,ketika melintas di jalan tersebut akan dipenuhi debu yang beterbangan.

“Bagi orang luar atau tamu yang akan mengunjungi kampung kami,sangat dibutuhkan kehati-hatian. Sebab, kami saja yang warga disini dan sering melintasinya,masih sering juga kecelakaan,” tutur Lesti.

Berbagai upaya sudah dilakukan warganya untuk memperbaiki jalan tersebut,seperti mengusulkan pada Musrenbang Nagari dan Kabupaten. Bahkan wargajuga sudah membuat proposal ke anggota dewan dan pemerintah daerah agar jalan tersebut diperhatikan. Namun sampai saat sekarang kondisinya masih tetap begitu. Kalau tidak salah sudah tiga orang bupati dan tiga periode gubernur, kondisinya tetap tidak berubah.

Sebagai seorang mahasiswi asal daerah tersebut,Lesti terpanggil hatinya untuk ikut berjuang,meski tidak begitu tau jalurnya. Salah satunya, Lesti rajin memposting kondisi dan keadaan jalan tersebut di media sosial (medsos) nya, agar ada respon dan kepedulian dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) atau pemerintah daerah. Namun hasilnya tetap nihil.

“Jadi saya beranikan untuk curhat ke media massa sebagai penyambung lidah masyarakat. Semoga setelah diekspos jalan menuju jorong kami ini, akan mendapat prioritas dari pemerintah setempat,” cetus mahasiswi semester IV di UPI-YPTK Padang itu.

Lebih jauh disebutkannya,kondisi jalan yang hancur dan parah ada sekitar 2 kilometer yang memanjang dari Dusun Lurah Galundi menuju Dusun Lurah Jalin di Jorong Rawang Abu,Nagari Koto Laweh.

Lesti juga masih ingat bagaimana janji para calon anggota dewan dan kepala daerah yang mana setiap musim kampanye akan banyak datang ke kampungnya untuk mendulang suara. “Namun seperti biasa,setelah mereka duduk, maka kebiasaan lupa akan janji kembali menerpa para wakil rakyat kita,”sesal Lesti.

Terpisah Kepala JorongRawang Abu, Syafrizaljuga menjelaskan, kondisi jalan ke kampungnya memang sangat parah dan rawan kecekakaan.

“Setiap ada musrenbang nagari,jalan ini selalu kami usulkan. Tetapi mentok disitu – situ saja. Selain itu kami juga sudah ajukan proposal ke anggota dewan dan ke pemerintah daerah,tetapi juga belum ada tanggapan,” sebut Syafrizal.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok,Syaifulsaat dihubungi media ini menyebutkan, pihaknya sudah mengunjungi jalan tersebut, namun saat ini masalah dana APBD terfokus untuk penanganan Covid-19.

“Terimakasih atas informasi dari rekan-rekan media dan nanti jalan tersebut pasti akan kita perhatikan,”pungkas Syaiful. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

RAPAT PLENO TERBUKA PENGUNDIAN NOMOR URUT PASLON BUPATI-WAKIL BUPATI LIMAPULUH KOTA 2020, Nomor Urut 1 ‘MR-AY’, Nomor 2 ‘Salam’, Nomor 3 ‘Safari’ dan Nomor 4 ‘FN’

Jum Sep 25 , 2020
RAPAT pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil […]