Dikabarkan Positif Corona, Balon Bupati M. Rahmad Sampaikan Penjelasan Resmi

LIMAPULUH KOTA, KP – Bakal calon bupati Limapuluh Kota Muhammad Rahmad menyesalkan informasi yang menyebutkan dia positif terinfeksi covid-19 tersebar luas di media sosial meskipun saat itu ia belum menerima konfirmasi langsung hasil pemeriksaan swab-nya di Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, Padang.

Melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rahmad menyayangkan informasi yang beredar sebelum dia mengetahui kepastiannya lebih dulu.

“Kami sendiri belum menerima hasil apapun dari pihak terkait. Jika seandainya informasi itu benar, tentu itu sangat disayangkan bila publik lebih dahulu mengetahui dari yang bersangkutan,” ulas Rahmad.

Ia lantas menjelaskan bahwa sebelum mendaftar ke KPU Limapuluh KotaSabtu lalu (5/9), dia terlebih dulu telah tes swab di Jakarta.

“Sesuai protokol yang ditetapkan KPU, sebelum pendaftarankami harus negatif covid-19 yang dibuktikan hasil uji swab/PCR. Bukti negatif itu kami peroleh dari hasil uji swab/PCR di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, tanggal 31 Agustus 2020 yang hasilnya kami terima tanggal 2 September 2020,” ungkap Rahmad.

Bersama siaran pers, ia juga mengirim bukti tertulis hasil pemeriksaan swab-nyayang negatif covid-19.

Lalu, lanjut Rahmad, pada Minggu (6/9) sekitar pukul 14.30, atas arahan KPU Limapuluh Kota, dia bersama calon wakil bupati Asyirwan Yunusmelakukan tes swab/PCR ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand. Waktu ituhadir pula pasangan calon kepala daerah dari Pasaman Barat (Pasbar).

Namun pada Senin pagi, ia membaca di media sosial dan media onlinebahwa dirinya dinyatakan positif covid-19. Ia juga menerima banyak sekali pesan WhatsApp yang menanyakan keabsahan berita tersebut. Akan tetapi ia tidak bisa memberikan jawaban apapun karena saat itu belum menerima hasil resmi pemeriksanaan swab oleh Labor Unand maupun informasi apapun dari Dinas Kesehatan danKPU Limapuluh Kota.

Meski demikian, ia mengingatkan agar semua pihak tetap harus berjaga-jagaagar terhindar dari covid-19. Apalagi, kata Rahmad, pada saat pendaftaran di KPUdia berinteraksi dengan banyak sekali masyarakat termasuk dengan petugas KPU sendiri.

“Oleh karena itu, mari kita tetap memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Tetap jaga stamina agar senantiasa fit dan sehat,” imbaunya.

Sejauh ini, menurut Rahmad, dia tidak merasakan (gejala) apa apa. Kondisi fisiknya pun diakuinya biasa saja. Dia tidak batuk, tidak sesak nafas, tidak demam, dan suhu tubuhnya juga normal. “Namun kami akan melakukan isolasi mandiridan akan melakukan uji swab/PCR kembali di Jakarta sambil menunggu hasil dari Labor Unand,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Limapuluh Kota Masnijon mengakui bahwa ia mendapat informasi dari salah seorang komisioner KPU bahwa ada salah satu bakal calon bupati terkonfirmasi positif covid-19. Untuk itu, pihaknya bakal melakukan strelisasi kantor KPU termasuk melakukan tracing dan swab kepada seluruh petugas KPU.

”Untuk sementara kantor kita kosongkan dan petugas bekerja dari rumah,” sebutnya. (dst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Korem 032/Wbr BeriPembekalan Kontra Radikal kepada Prajurit

Sel Sep 8 , 2020
PADANG, KP- Pesatnya perkembangan kemajuan teknologi di era globalisasi saat inimemunculkan berbagai persoalan dan permasalahan yang sangat krusial. Salah satunya adalah berkembangnya paham radikalisme. Adapun sasaran yang dituju bukan hanya masyarakat biasa saja tetapi aparat pemerintah TNI-Polri pun tetap mewaspadai kondisi tersebut karena jangkauannya mampu menembus lintas-lintas teritorial. Guna mencegah […]