Disdikbud Sijunjung Gelar Sosialisasi Implementasi SPM

SIJUNJUNG, KP –Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung Ramler, membuka secara resmi Sosialisasi Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), di Aula Dinas Pendidikan daerah setempat, baru-baru ini. Sosialisasi yang diikuti 20 orang pengawas TK/SD itu, digelar Dinas Pendidikan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Serta turut dihadri Kepala Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris Dinas Pendidikan Syamzul Bahri dan Kabid PAUD dan PNF, Henfri Nurka.

Kabid PAUD, Hendri Nurka selaku panitia pelaksana menyebutkan, Implementasi SPM PAUD tahun 2020 bertujuan mendorong pelaksanaan kebijakan SPM PAUD oleh pemerintah daerah. Serta mendorong sosialisasi mendiseminasikan peraturan bupati tentang layanan PAUD minimal 1 tahun pra SD kepada satuan pendidikan, orang tua dan masyarakat.

“Bantuan implementasi ini juga bertujuan mendorong Pemda Kabupaten menyusun regulasi di level dinas pendidikan dan mendorong pelaksanaan pendataan anak usia 5-6 tahun di kabupaten serta mendorong ketersediaan anggaran SPM PAUD minimal 1 tahun pra SD di Pemda Kabupaten,” ujarnya.

Sementara Kadis Pendidikan, Ramler menyebutkan, hal terpenting dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) PAUD adalah mengacu kepada Permendikbud 137 Tahun 2014 tentang Standar PAUD dan Peraturan Bupati no 37 Tahun 2019 tentang PAUD dengan tujuan untuk peningkatan akses pelayanan pendidikan yang merata, berkualitas dan terjangkau dengan melibatkan peran serta masyarakat.

“Sebagaimana yang sudah kita pahami bersama, untuk menghasilkan generasi masa depan dengan kualitas tinggi dan mampu bersaing, dibutuhkan pola asuh dan pendidikan sejak dini. Pendidikan anak usia dini merupakan investasi untuk peningkatan sumber daya manusia di masa depan,” ujar Ramler.

Dikatakannya, usia dini pada lima tahun pertama kehidupan adalah masa emas (golden age) bagi pertumbuhan seorang anak. Masa usia itu ditandai dengan perkembangan kognitif, linguistik, sosial, emosional dan motorik yang cepat, dan karena itu menjadi periode perkembangan terpenting dalam kehidupan anak-anak.

Di samping jelasnya, perkembangan otak anak tergantung pada stimulasi lingkungan, terutama pada kualitas perawatan dan interaksi yang diterima anak. Selain itu, anak-anak yang dipupuk dan dirawat dengan baik cenderung mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, emosional dan sosial secara keseluruhan, tumbuh lebih sehat, dan memiliki harga diri yang lebih tinggi.

Pada masa itulah lanjutnya, guru dan orang tua harus mampu memaksimalkan potensi tersebut dan membentuknya menjadi anak yang pintar secara akademik maupun secara sosial. “Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan masa emas ini adalah melalui pendidikan dan pola asuh,” jelasnya.

Kepada peserta, ia mengharapkan agar dapat mengikuti sosialisasi tersebut dengan baik supaya nantinya dapat bermanfaat guna menambah wawasan dan informasi untuk membangun pelayanan PAUD yang lebih optimal di masa depan. (shd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Harta Kekayaan Para Calon Kepala Daerah Pasbar di Level Miliaran

Rab Sep 30 , 2020
SIMPANGEMPAT, KP – Para calon kepala daerah di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) telah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu syarat untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pasbar tahun 2020. Berikut data yang dihimpun dari website e-lhkpn.kpk.go.id. Untuk pasangan calon (Paslon) Nomor Urut 1, Hamsuardi-Risnawanto, […]