Investor Keluhkan Pengurusan Izin Wisata di Pasaman

LUBUKSIKAPING, KP – Dengan pesona alamnya yang indah, Pasaman berpotensi mengembangkan sektor pariwisatanya. Namun, hal itu kerap terhambat masalah perizinan yang lamban, sehingga menekan minat investor mengembangkan sektor wisata di daerah itu. Hal itu dikeluhkan salah seorang pengusaha di Pasaman karena lamanya proses perizinan. Bahkan di daerah itu, pengurusan izin usaha wisata bisa memakan waktu berbulan- bulan. 

“Bagaimana kita akan berinvestasi di daerah kita sendiri, sementara untuk pengurusan izin wisata saja masih berbelit-belit, terutama di Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pasaman,” ujar Direktur CV Embun Asri, Fetrizal di Lubuksikaping, Senin (28/9).

Fetrizal mengatakan, sejak 28 Juli 2020 lalu pihaknya sudah mengajukan permohonan izin usaha Wisata Embun Water Park miliknya yang terletak di Jorong Taluak Ambun, Nagari Pauah, Kecamatan Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman. 

“Surat permohonan advice planning ke DPMPTSP Pasaman, dan Bidang Tata Ruang Dinas PUTR Pasaman sudah kita masukkan. Bahkan, pihak Bidang Tata Ruang juga sudah turun ke lapangan meninjau lokasi wisata kita ini, namun hingga 28 September 2020 berita acara advice planningnya belum juga keluar dari Bidang Tata Ruang Dinas PUTR tersebut,” katanya. 

Dijelaskannya, berbagai persyaratan dalam pengurusan izin usaha wisatanya sudah dimasukkan ke dua instansi tersebut. Mulai dari surat keterangan terdaftar CV Embun Asri dari Kemenkum HAM, Nomor Induk berusaha (NIB) 0220204751933 dari Pemerintah RI dengan lampiran usaha salah satunya, event organizer, pondok wisata, taman rekreasi taman wisata, kawasan pariwisata, aktivitas biro perjalanan wisata, jasa boga dan kegiatan wisata lainnya sudah dimasukkan dalam pernohonan itu. 

Selain itu, Surat kepemilikan tanah, surat dari Dinas kehutanan tentang klarifikasi status kawasan hutan dan peta indikatif penghentian pemberhentian izin baru (PIPPIB) juga sudah dilampirkan pihaknya dalam permohonan itu. Tidak itu saja, kelengkapan lainnya seperti rekomendasi izin pengelolaan pariwisata alam AN CV Embun Asri dari Nagari dan Kecamatan juga sudah dilampirkan dalam permohinan izin tersebut. Namun disayangkan berita acaranya juga belum keluar. 

“Di saat rekanan ingin berinvestasi di daerah sendiri, Pemerintah daerah berbelit-belit dan seolah-olah mempersulit. Apalagi jika investornya berasal dari luar yang ingin berinvestasi di daerah ini, tentu akan lebih dipersulit lagi,” keluhnya.

Katanya, dengan dibukanya lokasi wisata baru di daerah tersebut tentunya akan berdampak pada ekonomi masyarakat kecil. Apalagi Pasaman minim daerah wisata. Untuk itu ia berharap Pemerintah daerah mensuport putra daerah yang akan berinvestasi di Pasaman, terutama dalam memajukan usaha wisata maupun usaha lainnya. “Kita ingin, Pemda Pasaman mensuport dalam hal ini dan bukan sebaliknya mempersulit orang yang berinvestasi di daerahnya,” tukasnya. (nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemko Pariaman Adakan Rakor Tata Kelola Wisata Talao Pauh

Sen Sep 28 , 2020
PARIAMAN, KP – Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pariwisata dan […]