JUARA I LOMBA TARI KREASI FLS2N SMA, Muhammad Fajar Wakili Sumbar Ke Tingkat Nasional

BUKITTINGGI, KP – Muhammad Fajar, siswa SMAN 3 Bukittinggi berhasil keluar sebagai juara 1 FLS2N SMA untuk cabang Lomba Tari Kreasi Tingkat Provinsi Sumatra Barat tahun 2020 yang dilaksanakan secara daring. Ia sekaligus mewakili Provinsi Sumatra Barat ke Tingkat Nasional.

Kepala SMAN 3 Bukittinggi, Amri Jaya kepada KORAN PADANG menjelaskan, sejalan dengan Program Direktorat Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud Jakarta, berbagai ajang Olimpiade Siswa untuk tahun 2020 menggunakan seleksi sistem Daring, baik tingkat kota hingga ke level nasional. Termasuk Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di SD, SMP maupun SMA dan SMK .

Dikatakannya, dalam masa Pandemi Covid 19 di Era New Normal, menimbulkan inspirasi bagi pihaknya di SMAN 3 Teladan Bukittinggi agar bisa berkreatifitas yang dituangkan dalam perpaduan seni tradisional dengan seni lukis.

Lebih lanjut dijelaskannya, berdasarkan hasil Tim Juri FLS2N SMA cabang Lomba Tari Kreasi Tingkat Provinsi Sumatra Barat, Minggu (20/9) lalu dengan nomor surat 1794/J3/ TU/ 2020. Dewan Juri yang diketuai Nur Fitrijeni Fahrian, dengan anggota Ismunandar dan Arti Prihartini, memutuskan Muhammad Fajar, siswa SMAN 3 Bukittinggi sebagai juara 1 dan berhak lolos ke tingkat Nasional yang akan dilaksanakan secara Daring juga, mulai 28 September hingga 3 Oktober 2020. “Untuk itu, kita doakan semoga Muhammad Fajar bisa memperolah hasil terbaik di level Nasional,” ujarnya.

Di samping itu Amri Jaya mengatakan, masa remaja merupakan masa penting dalam rentang kehidupan, ditandai kondisi yang sangat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial. Remaja dan berkreasi merupakan dua pengertian yang hampir tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Berekspresi  pada masa muda merupakan kegiatan pokok yang selalu dilakukan para remaja. Itu merupakan sarana untuk improvisasi dan kombinasi, sarana pertama dari sistem peraturan melalui kendali budaya menggantikan sifat remaja yang dikuasai dorongan untuk berkreativitas.

“’Tarian Batanang’ merupakan sebuah refleksi kehidupan remaja Minangkabau di masa pandemi covid-19 yang mencoba memberikan pesan bahwa pen tingnya berkreasi walaupun dalam ruang terbatas yang digambarkan dalam pembatasan sosial,” terangnya.

Lanjutnya, kemudian aktifitas melukis di atas kanvas merupakan sebuah pengekspresian keluh kesah dalam hati sang remaja yang dituangkan pada sebuah karya seni. Hal itu merupakan suatu bentuk eksplorasi terhadap kehidupan yang dijalani remaja Minangkabau pada masa Pandemi Covid-19.

Sementara itu kata dia, tarian tersebut ditarikan penari laki-laki yang mengembangkan konsep sentuhan seni rupa pada tarian dengan menggunakan properti tepung (merupakan sebuah penggambaran terhadap virus Covid-19), Kanvas dan cat sebagai media ekspresi untuk selalu berprestasi di masa pandemi Covid-19. Mengembangkan konsep ruang, waktu dan tenaga tarian itu diciptakan sebagai sebuah tarian kreasi baru. “Selamat untuk Muhammad Fajar, Semoga memberikan Sinar Mentari Penyemangat bagi SMANTITEL,“ pungkasnya. (eds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Demo Buruh

Sen Sep 28 , 2020
SEMAKIN banyak saja problema menyungkup pekerja atau buruh di negeri […]