KPU Dharmasraya Gelar Konferensi Pers, Calon Kepala Daerah Hanya Dua Pasang

PULAUPUNJUNG, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dharmasraya menggelar konferensi pers tentang pendaftaran dan pemberitahuan hasil verifikasi dokumen persyaratan calon dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya tahun 2020 (Model BA.HP-KWK dan lampirannya), di kantor KPU Dharmasraya, Senin (14/9). 

Dalam konferensi pers tersebut diberitahukan tentang pencalonan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Dharmasraya hanya dua pasang saja. Yakni, Sutan Riska Tuanku Kerajaan berpasangan dengan Dasril Panin Dt. Labuan. Dan satu pasang lagi, Panji Mursyidan bersama pasangannya Yosrizal.

Untuk pasangan SR-Labuan, memiliki lima partai pengusung dan dua partai pendukung. Untuk partai pengusung, di antaranya PDIP sebanyak 7 kursi, Partai Golkar 5 kursi, Partai Demokrat 2 kursi, PKB 1 kursi dan Hanura 1 kursi. Sedangkan partai pendukung adalah PPP dan Partai Gelora yang masing-masing tidak memiliki kursi di DPRD Dharmasraya. Sementara pasangan Panji-Yosrizal, untuk partai pengusungnya yakni Partai PAN 4 kursi, Partai Gerindra 3 kursi, Nasdem 3 kursi, Beringin Berkarya 2 kursi dan PKS 2 kursi.

Ketua KPU Dharmasraya, Maradis mengatakan, pihak KPU akan membatasi jumlah kegiatan kampanye dan peserta kampanye yang hadir secara fisik. “Untuk kampanye yang dihadiri secara fisik oleh peserta kampanye akan kita batasi sebanyak 100 orang saja dan harus mengikuti protokol kesehatan. Regulasi tersebut sudah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 10 tahun 2020 yang mengatur tentang pelaksanaan tahapan-tahapan Pilkada pada masa pandemi Covid-19,” paparnya. 

Penyelenggaraan kampanye tersebut jelasnya, dengan pertemuan terbatas. Jumlah peserta yang hadir dibatasi maksimal 50 orang. Peserta lainnya dapat mengikuti kampanye melalui daring. Untuk kegiatan debat publik atau debat terbuka, mengatur jumlah peserta yang dapat menghadiri secara langsung, yakni maksimal 50 orang.

Lanjutnya, KPU juga menetapkan sejumlah metode kampanye untuk Pilkada Serentak 2020. Beberapa metode diatur dengan menyesuaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Metode-metode tersebut dituangkan dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 yang terbit pada 7 Juli 2020. Pasal 57 PKPU 6/2020 menyebutkan, setidaknya ada tujuh metode kampanye yang diperbolehkan dalam Pilkada tahun ini.

Ketujuhnya yakni pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog, debat publik antar pasangan calon, penyebaran bahan kampanye, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). Kemudian, penayangan iklan kampanye di media massa cetak, media massa elektronik, dan lembaga penyiaran publik atau lembaga penyiaran swasta dan atau kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Pada Pasal 58 disebutkan, pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka atau dialog harus diselenggarakan di ruangan tertutup dengan membatasi jumlah peserta yang hadir. Diwajibkan untuk menerapkan jaga jarak antar peserta minimal 1 meter. Namun demikian, partai politik atau pasangan calon dan tim kampanye tetap diminta untuk mengupayakan kedua metode kampanye itu bisa dilakukan secara daring. (jup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PDAM Tirta Alami Tanahdatar Berkomitmen Akan Berikan Kontribusi Ke Daerah

Sen Sep 14 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alami Tanahdatar berkomitmen akan memberikan kontibusi ke daerah. Hal itu tertuang dalan Bisnis Plan PDAM Tirta Alami tahun 2020-2024. Direktur PDAM Tirta Alami Tanahdatar, Mhd Nazwir mengatakan, bisnis plan disusun untuk menentukan arah dan tujuan dalam menjalankan aktivitas perusahaan lima tahun […]