KWT Puskud Saiyo Dilatih Olah Sampah Jadi Ramuan Organik

PAADANG, KP – Sebanyak 40 orang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Puskud Saiyo Kelurahan Koto Panjang, Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah Padang mengikuti pelatihan pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi ramuan organik tanaman, kemarin.

KWT Puskud Saiyo mendatangkan narasumber Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti (Unes) Dr. I Ketut Budaraga. Pelatihan yang digelar sehari itu langsung dilakukan praktek pembuatan ramuan organik bersama narasumber.

Dikatakan Dr. I Ketut Budaraga, sampah merupakan benda yang tidak mempunyai nilai dan berharga, sampah terdapat dimana mana terutama dilingkungan masyarakat baik di desa maupun di kota. Kini menjadi masalah serius baik dibidang sosial, ekonomi, budaya termasuk di Kota Padang.

Hampir disemua kota di Indonesia mengalami kendala dalam pengolahan sampah, terjadinya hal ini disebabkan kurangnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kurangnya kesadaran masyarakat sendiri dalam pembuangan sampah.

Lanjutnya, saat ini masih banyak masyarakat membuang sampah diselokan, sungai dan laut. Akibatnya ekosistem laut menjadi rusak, ikan dan terumbu karang ikut memakan plastik sampah.

Di Indonesia berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2016 terdapat 65 ton sampah dari berbagai jenis, tahun ini naik 1 juta ton dari tahun sebelumnya. Sampah yang dihasilkan itu dominan sampah organik sebanyak 60 persen dan 15 persen sampah lastik, 25 persen sampah lainnnya.

Sepuluh tahun terakhir ini banyak sampah plastik dan terus mengalami peningkatan, apabila sampah ini tidak dikelola dengan baik akan terjadi pencemaran lingkungan. Bahkan, menimbulkan penyakit.

“Tentunya hal ini menjadi perhatian kita bersama dan harus ditangani sejak awal. Kota Padang telah mengeluarkan peraturan tentang sampah, bagi masyarakat membuang sampah sembarangan akan diberikan sanksi dan denda, tetapi tetap saja tidak diindahkan oleh masyarakat, akibatnya lingkungan tetap saja kotor,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, sampah rumah tangga dapat dibedakan sampah kering dan sampah basah atau sampah organik dan anorgani, bila proses penanganannya baik maka akan mengurangi pembuangan sampah tidak teratur dan polusi lingkungan.

Untuk menanggulangi masalah ini dilakukan pengolahan sampah menjadi Ramuan Organik Tanaman, kata I Ketut Badaraga ketika memberikan pelatihan kepada KWT Puskud Saiyo Kelurahan Koto Panjang ikur Koto Kecamatan Koto Tangah Padang.

Kelompok Wanita Tani Puskud Saiyo, kebutuhannya untuk pupuk organik sangat besar dalam pemupukan tanaman di pekarangan, sehingga pengeluaran untuk itu besar dan perlu dicarikan solusinya, yaitu dengan pembuatan ramuan organik tanaman .

Di tempat yang sama Sekretaris KWT Puskud Saiyo Ernawati Latif memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kesediaan narasumber memberikan pelatihan pembuatan ramuan organik tanaman dengan bahan baku dari sampah rumah tangga yang selama ini terbuang begitu saja.

“Dengan adanya pelatihan ini, sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk menjadi pupuk yang salama ini dibutuhkan tanaman pekarangan,maka pendapatan masyarakat tani bisa meningkat,” pungkasnya. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PILKADA PESISIR SELATAN 2020 Mendaftar ke KPU, Rusma-Rudi Diusung 5 Parpol

Sen Sep 7 , 2020
PAINAN, KP – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel)Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah resmi mendaftar ke KPU Pessel. Pasangan ini maju dengan dukungan lima partai politik (parpol) yakni Gerindra, PAN, Bulan Bintang, Perindo dan Berkarya dengan kekuatan 14 kursi di DPRD Pessel. Pasangan calon Rusma Yul Anwar-Rudi […]