Layanan IGD di RSUD Lubuksikaping Ditutup

LUBUKSIKAPING, KP – Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, ditutup sementara usai salah seorang dokter umum di tempat tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dr Yong Marzuhaili mengatakan, langkah tersebut diambil guna mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas di daerah itu. “Salah seorang dokter umum yang biasa bertugas di IGD RSUD Lubuk Sikaping berinisial RM positif Covid-19 sebagaimana hasilnya yang kami terima dari Laboratorium Unand Padang, Selasa (8/9) kemarin. Makanya untuk memutus mata rantai penyebarannya kita tutup sementara layanan IGD, dan rawat jalan di RSUD Lubuk Sikaping,” terangnya, Rabu (9/9) kemarin.

Dikatakannya, penutupan pelayanan IGD dan rawat jalan di RSUD Lubuk Sikaping itu dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Bupati Pasaman. “Kita sudah mendapatkan persetujuan dari Bupati Pasaman. Penutupan layanan IGD dan rawat jalan di RSUD Lubuk Sikaping diberlakukan sejak hari ini (kemarin-red) hingga semua paramedis di RSUD Lubuk Sikaping steril kembali dari Covid-19. Kemudian tidak ada lagi hendaknya penambahan paramedis yang terjangkit,” terangnya.

pihaknya kemudian juga sudah menyiapkan sejumlah Puskesmas rawatan di setiap Kecamatan di Kabupaten Pasaman untuk melayani lonjakan pasien, menyusul ditutupnya pelayanan di RSUD Lubuksikaping, akibat satu orang dokter positif terinfeksi Covid-19. “Ada tujuh puskesmas rawatan dan satu RS Pratama dipersiapkan untuk memberikan pelayanan gawat darurat dan pelayanan lainnya kepada pasien. Sementara rujukan langsung ke Bukittinggi,” katanya.

Lanjutnya, pihak rumah sakit sudah melakukan tracking (pelacakan) terhadap orang yang kontak erat dengan dokter di rumah sakit tersebut untuk selanjutnya menjalani swab test. Hasilnya, ada ratusan orang tenaga medis. “Hasil tracking petugas RSUD yang kontak erat dengan dokter itu berjumlah 157 orang, baik dokter spesialis, dokter residen bedah, dokter umum, perawat dan bidan. Semuanya sempat melakukan kontak erat dengan pasien. Semuanya juga sudah dilakukan Swab di RSUD Lubuk Sikaping dan tengah menunggu hasilnya dari Laboratorium Unand Padang,” katanya.

Di samping itu kata dia, pihaknya juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh fasilitas RSUD untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Kami juga meniadakan jam bezuk pasien untuk sementara. Kemudian di dalam rawat inap pasien hanya diperbolehkan ditunggui satu orang saja. Kami juga terus memperketat protokol kesehatan di lingkungan RSUD Lubuk Sikaping,” tutupnya. (nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KPU Perpanjang Pendaftaran Pilkada di Pasaman

Rab Sep 9 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman akhirnya […]