Lubang Tambang Runtuh, Tiga Orang Tewas

SAWAHLUNTO, KP – Kecelakaan tambang kembali terjadi di ‘kota arang’ Sawahlunto. Kali ini, sebuah lubang tambang di Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, runtuh dan menimbun sejumlah pekerja yang berada di dalamnya. Sejauh ini tiga orang dinyatakan tewas dan satu orang mengalami luka serius.

Kapolres Kota SawahluntoAKBP Junaidi Nur mengungkapkan peristiwa naas itu terjadi Sabtu (12/9) sekitar pukul 05.00 WIB. Pasca-kejadian, proses evakuasi langsung dilakukan hingga Minggu pagi (13/9).

“Semua pekerjaan berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam lubang. Korban ada empat, satu luka berat dan tiga orang lagi meninggal dunia. Korban terakhir ditemukan pada Minggu dinihari (13/9) sekitar pukul 03.00 WIB dan berhasil dievakuasi pukul 06.00 WIB,” kata AKBP Junaidi Nur, kemarin.

Saat ini pihaknya masih menunggu saksi ahli dari Dinas ESDM untuk menyelidiki penyebab runtuhnya lubang tambang itu.

Seperti diketahui, kecelakaan tambang di Sawahlunto sebelumnya juga terjadi pada 25 Juli silam. Kejadiannya di lubang tambang batubara di Ngalau Cigak Parambahan, Kecamatan Talawi. Dalam peristiwa itu, lubang tambang meledak dan terbakar menyebabkan tiga pekerja mengalami luka bakar dan mendapat perawatan di rumah sakit. Namun ketiga pekerja itu akhirnya meninggal dunia.

KRONOLOGIS

Kasat Reskrim Polres Kota Sawahlunto Iptu Roy Sinurat menyebut kecelakaan tambang di Desa Sikalang bermula ketika sembilan pekerja yang merupakan shift malam bekerja di dalam lubang tambang THC 03 tunel A yang lubang cabang dua dengan kedalaman 15 meter.

“Didalam cabang dua tersebut ada empat pekerja berinisial B, A, Y, dan I. Saat mereka bekerja lubang cabang dua itu ambruk dan mengakibatkan mereka tertimpa reruntuhan,” ujar Iptu Roy dilansior Langgam.id, Minggu (13/9).

Akibatnya, pekerja berinisial B mengalami luka berat, yaitu patah kaki. Sedangkan pekerja berinisial A, Y, dan I meninggal dunia.

“Untuk pekerja B dan A bisa dievakuasi pada pukul 07.00 WIB, Sabtu (12/9) dan pekerja B sudah dirujuk ke rumah sakit di Padang. Sementara pekerja Y bisa dievakuasi sekitar pukul 17.15 WIB pada hari itu juga,” jelasnya.

Roy mengungkapkan, pekerja terakhir yang dievakuasi adalah I pada Minggu (13/9) sekira pukul 06.00 WIB.

“Saat ini aktivitas penambangan dihentikan untuk sementara waktu sambil menunggu investigasi dari inspektur tambang Dinas ESDM Provinsi Sumbar. Kami sudah melakukan penyelidikan awal dan sampai saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait ambruknya lubang tambang itu,” ungkap Roy.

Sementara, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan ke lokasi tersebut. Kepala Dinas ESDM Sumbar Hery Martinus menyebut saat ini aktivitas tambang milik CV Tahiti Coal itu dihentikan untuk sementara waktu. Namun, ia memastikan tambang itu telah memiliki izin.

“Kami sudah turunkan tim, aktivitas operasional dihentikan sementara. Untuk luas tambang saya lupa, tapi tambang itu sudah memiliki izin lengkap,” ujarnya.

Menurut Hery, penyelidikan atas kecelakaan itu dilakukan tim dari inspektorat tambang dan saat ini masih proses penyelidikan. (lgm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Syekh Ali Jaber Ditusuk Orang tak Dikenal

Ming Sep 13 , 2020
JAKARTA, KP- Ulama Syekh Moh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Pusat, Bandarlampung, Minggu sore (13/9). Syekh Ali Jaber mengalami luka pada bagian atas tangan kanannya. Peristiwa berawal saat Syekh Ali Jaber baru saja meminta seorang anak untuk maju ke atas panggunguntuk […]