Memilih Pemimpin

INSYA ALLAH, rakyat Sumbar takkan salah pilih dalam memilih pemimpin, gubernur, bupati dan walikota. Di daerah ini, seperti yang sudah-sudah, tokoh yang jadi pilihan rakyat rata-rata sudah bekerja maksimal mewujudkan janji-janjinya saat kampanye dulu meski ada juga segelintiran kecil yang berurusan dengan lembaga hukum karena ‘kekhilafan’ berbuat yang tidak dikehendaki.

Rata-rata kita sudah mengetahui siapa-siapa saja calon-calon pemimpin masa depan di tanah bertuah ini. Pendaftaran calon ke KPU ditutup Minggu (6/9) dan dilanjutkan dengan serangkaian tahapan lainnya termasuk tes kesehatan hingga akhirnya diumumkan secara resmi oleh KPU sebagai pasangan calon peserta pilkada pada 23 September 2020.

Semoga saja tahapan pemilihan gubernur, bupati dan walikota berlangsung aman, terkendali, serta terjauh dari intrik-intrik merugikan. Begitu juga tim sukses masing masing calon agar tampil membawa kesejukan dan terjauh dari hal-hal yang merugikan, adu domba, dan saling menjelekkan. Hidupkan saja ‘lampu awak’, lampu kawan jangan dimatikan.

Terus terang saja, urang awaksudah berpengalaman dalam memilih pemimpin. ‘Alun takilek alah takalam, takilek ikan dalam aia alah jaleh jantan batinonyo. Untuk itu, rakyat yang sudah cerdas tak perlu diiming-imingi. Yang rugi adalah pemberi. Diterimanya pemberian itu, namun yang memberi tak akan dipilihnya.

Kita tentu maklum, tak ada calon tunggal di Sumbar. Minimal calon dua- tiga pasang. Yang menang pasti satu pasang. Belum pernah kita dengar pemenang kepala daerah dua pasang alias kembar.

Pilkada dalam masa sulitcovid-19, sungguh diharapkan kita semua meningkatkan protokol kesehatan. Bermasker, cuci tangan, dan jaga jarak. Meskipun protokol kesehatan belum juga membudaya secara maksimal. Mereka yang bandel terlihat dimana-mana. Memprihatinkan.

Pilkada sekarang berlangsung dalam suasana memprihatinkan. Apa boleh buat. Allah Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak. Kita ambil saja hikmahnya. Semoga saja pilkada ini mampu melahirkan sosok pemimpin dan kepemimpinan yang semakin baik.

Kita akui, pemimpin Sumbar, baik gubernur, bupati, dan walikota hasil pilkada sudah memperlihatkan kerjanya yang maksimal. Tentu sebagai manusia, siapapun dia pasti punya kelebihan dan kekurangan. Dan ada saja yang berucap: tak ada perubahan negeri ini. “Apo saja yang alah dibangunnyo?” Boleh jadi yang begini baru bangun dari tidur panjang.

Mari kita sama-sama berusaha semoga pilkada di Sumbar berlangsung tertib, aman, terkendali, dan mampu memunculkan pemimpin masa depan yang benar-benar berkualitas untuk kesejahteraan kita bersama. Semoga. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Meski Suasana Pilkada, DPRD Sumbar Komitmen Selesaikan Ranperda AKB

Ming Sep 6 , 2020
PADANG, KP- Meski dalam suasana pemilihankepala daerah (pilkada), DPRD Sumbar […]