Nagari Pakandangan Gandeng Perguruan Tinggi Dalam Membangun Nagari

PARITMALINTANG, KP – Bangunan yang terlihat agak lapuk itu masih berdiri secara perkasa di belakang Pasar Pakandangan. Ya, bangunan itu merupakan kantor Wali Nagari Pakandangan. Kantor yang menjadi saksi beberapa prestasi dan inovasi yang telah diagungkan oleh beberapa Wali Nagari terdahulu. 

Bangunan tersebut telah ada sejak zaman Belanda dan juga merupakan warisan Belanda yang karenanya terlihat seperti bangunan kuno dengan bentuk atap gonjong yang menjadi ciri khas rumah adat Sumatra Barat. Kini bangunan yang juga melahirkan slogan “Pakandangan Emas” itu akan beranjak mencari pijakan baru dan membangun bangunan lebih luas yang tentunya meninggalkan tempat semula bangunan itu berada.

“Tanah ini adalah aset negara, jadi bangunan ini tak boleh direnovasi dan diubah. Sebagai gantinya untuk mencari tempat baru maka dananya disediakan Menteri Dalam Negeri. Sedangkan tanahnya bisa dicari sendiri oleh Wali Nagari. Mencari tanah ini saja kami melakukannya selama 2 tahun, karena pencarian tanah ini membentuk tim pencarian tanah yang diketuai Usman Muckhtar.” ujar Nasyaruddin selaku Wali Nagari Pakandangan.

Disebutkannya, di Desa Pakandangan terdapat lima korong, di antaranya Korong Pasar Pakandangan di Pusat, Korong Sarang Gagak di Utara, Korong Kampuang Paneh di Selatan, Korong Ringan-ringan dan Korong Tanjuang Aur. Di samping itu, dalam sebuah jabatan jelasnya, tentu harus melahirkan inovasi yang berguna dan memberi manfaat untuk masyarakat.

Begitu juga dengan ia yang sekarang menjabat sebagai Wali Nagari Pakandangan. Dia mempunyai beberapa program kerja dan inovasi yang tentunya sangat berguna. Terlebih semenjak adanya serbuan dari Pandemi Covid-19, ia melahirkan inovasi yang tentunya berguna untuk masyarakat yang butuh bantuan dalam keadaan pandemi.

Salah satu inovasi yang dilahirkan yakni adalah Kampus Nagari yang akan dibangun di Korong Tanjung Aur. Kampus Nagari Pakandangan itu bukanlah kampus biasa, kampus tersebut merupakan kampus yang memfasilitasi anak-anak daerah seperti siswa dan mahasiswa yang sedang menjalani proses sekolah dan perkuliahan secara daring. Di mana kampus tersebut memfasilitasi siswa dan mahasiswa untuk mempermudah jalannya proses pembelajaran. Tidak hanya itu, Nagari Pakandangan adalah satu-satunya nagari yang melahirkan Kampus Nagari tersebut.

Dijelaskannya, Kampus Nagari memiliki tujuan dasar, yaitu membentuk KOBEDA (Kelompok Belajar Daring). Program KOBEDA itu telah dilaunching secara daring dan dipersiapkan. Dalam rangka persiapan, Wali Nagari beserta jajarannya akan didampingi Universitas Andalas Padang yang akan diwakili Direktur Nagari Development Center yang diketuai oleh Dr. Ir. Erigas Eka Putra. Yang mana beliau juga merangkap sebagai Asisten Rektor. Dalam Kampus Nagari itu, beliau berperan sebagai Pembimbing dan Tim Ahli.

“Kelompok belajar daring ini telah dibentuk strukturalnya yang diketuai Ahmad Rusdi. KOBEDA ini tidak hanya diikuti mahasiwa, tetapi juga bisa diikuti oleh pelajar SLTA. Bahkan Sumatra Barat ini akan menjadi contoh bagi desa-desa yang ada di Indonesia, karena yang mencetuskan program ini adalah Universitas Andalas yang ada di Sumatra Barat,” ujar pria kelahiran tahun 1953 itu.

Kemudian inovasi lain yang telah dibuat yakni WNC (Wali Nagari Cup) yang dimulai tahun 2017. Di mana WNC merupakan program yang dikeluarkan untuk mempererat hubungan warga antar korong yang ada di Pakandangan. Di samping itu WNC memiliki tuan rumah yang setiap tahun dirolling, yang biayanya berasal dari nagari.

“WNC ini sangat ramai dihadiri warga yang ada di korong, daripada pertandingan yang dilakukan di luar. Karena dalam pertandingan ini warga ikut beramai-ramai memberikan semangat dengan keriuhan yang menggelora,” lanjut Nasyaruddin yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Kursus dan Pelatihan CILCI Parit Malintang itu. (war)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perantau Pangkalan se-Provinsi Riau Bakal Gelar Silaturahmi dengan Paslon M.Rahmad-Asyirwan

Jum Sep 25 , 2020
LIMAPULUH KOTA, KP – Ratusan perantau asal Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota yang tergabung dalam wadah Persatuan Keluarga Pangkalan (PKP) bermukim di sejumlah daerah di kawasan Provinsi Riau, akan menggelar pertemuan akbar. Sekaligus menerima kunjungan silaturahmi pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Muhammad Rahmad-Asyirwan Yunus (MR-AY). Menurut informasi yang diperoleh seperti tertulis […]