Pandemi Bukan Penghalang, H. Edmon Jemput Aspirasi Masyarakat

PADANG, KP – Kendati Kota Padang masuk sebagai zona merah Covid-19, namun hal itu tidak jadi penghalang bagi anggota DPRD untuk menjeput aspirasi masyarakat. Reses masa sidang III tahun 2020 tetap dilaksanakan, namun dengan protokol kesehatan.

Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Kota Padang, H. Edmon. Ia melaksanakan reses masa sidang III di daerah pemilihan (dapil) Padang III (Kecamatan Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung dan Bungus Teluk Kabung). 

Reses tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Anhar, Masjid Nurul Yaqin, Masjid Ijtihat perumnas Indarung dan Mesjid Almadany di daerah Pengambiran, Minggu (6/9) dengan menerapkan protokol kesehatan mulai dari pengecekan suhu, memakasi masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Pandemi memang belum berakhir, namun sebagai wakil rakyat kita punya kewajiban untuk terus menjemput aspirasi masyarakat di dapil. Banyak aspirasi warga yang kita tampung dalam kegiatan reses masa sidang III ini, diantaranya soal akses jalan, penerangan dan kesehatan,”sebut H. Edmon disela-sela resesnya di Kecamatan Lubuk Kilangan.

Dikatakan, aspirasi yang disampaikan warga menjadi catatan penting untuk dapat diperjuangkan dicarikan solusinya.

“Semua aspirasi dari masyarakat akan kita koordinasikan dengan Organiasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Padang terkait agar bisa direalisasikan secara bertahap,” ujar kader PKS ini.

Terkait pandemi, ia meminta seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan laksanakan protokol kesehatan, gunakan masker, cuci tangan hand sanitizer dan jaga jarak saat beraktifitas. Kita berharap Covid-19 ini bisa cepat berlalu di Kota Padang, Indonesia pada umumnya.

Reses yang hadiri tokoh masyarakat RT dan RW serta LPM tersebut, juga menghadirkan narasumber, Kepala Puskemas Lubuk Kilangan Hj. Linda Hasmi. Ia menyebut, Kota Padang saat ini sudah berada dalam zona merah Covid-19, oleh karena itu protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan. 

Namun ia melihat, selama ini masyarakat banyak cuek dengan keadaan seperti ini. Padahal pemerintah sudah menetapkan dengan peraturan daerah (Perda).

Linda Hasmi juga mengajak masyarakat untuk saling membantu tetangga yang terkena dampak pandemi, dan tetap menjalin komunikasi yang baik. Karena hal tersebut juga menjadi “obat” bagi saudara kita yang terdampak maupun terjangkit Covid-19. (nda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Stasiun Kereta Api Padangpanjang, Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO

Ming Sep 6 , 2020
PADANGPANJANG, KP – Stasiun kereta api Padangpanjang dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1889 yang bertujuan untuk trasnportasi pengangkut batu bara dari Sawahlunto. Pada masa jayanya, stasiun kereta api Padang Panjang ini merupakan Stasiun terbesar di sumatera barat. Stasiun ini meruapakan percabangan antara kota Padang, Payakumbuh, dan sawahlunto. Stasiun ini […]