Petani Gambir Mengeluh Harga Gambir Bertahan Dikisaran Rp13 Ribu

PAINAN, KP – Masyarakat petani gambir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengeluh karena masih bertahanya harga getah gambir dikisaran Rp13 ribu di daerah itu.

Anjloknya harga penjualan gambir sebagaimana saat ini, ternyata telah mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat petani gambir.

Hal itu diakui Mustafa 53, petani gambir di Nagari Gantiang Mudiak Utara Surantiah, Kecamatan Sutera, Selasa (8/9).

Dikatakannya, komoditi yang sudah diunggulkan oleh masyarakat petani daerah itu khususnya di Kecamatan Sutera, memang pada masa-masa keemasannya sempat menembus hingga Rp175 ribu per kilogram.

“Namun harga tersebut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, bahkan hingga mencapai Rp13 ribu per kilogram sebagaimana saat ini. Jika terus bertahan, maka dikhawatirkan petani gambir di daerah ini akan bisa jatuh miskin nantinya,” ungkap Mustafa.

Dijelaskannya, harga dikisaran Rp13 ribu per kilogram itu sudah bertahan sejak enam bulan terakhir dari sebelumnya di harga Rp40 hingga Rp42 ribu per kilogram.

“Walau demikian kami masih tetap berupaya melakukan pengelolaan tanaman gambir, kerana memang tidak memiliki pilihan lain. Disamping itu kami juga berharap harga getah gambir ini kembali naik sebagaimana pada masa-masa keemasannya dulu,” harapnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Syafrigon 45, petani gambir lainya di Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun) Pessel, Nusirwan ketika dihubungi menjelaskan, daerah itu telah membuka peluang bagi pemilik modal yang ingin berinvestasi di bidang pengelolaan getah gambir. 

“Karena melimpahnya produksi komoditi getah gambir di daerah ini, maka kita membuka peluang bagi investor baik dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi mengolah getah gambir ini. Sebab bila produksi melimpah, sementara pabrik pengolahan tidak ada, maka harga akan masih tetap ditekan oleh pedagang,” katanya.

Dia menjelaskan, dari potensi pengembangan seluas 45 ribu hektare, yang telah dikembangkan oleh masyarakat untuk menanam tanaman gambir di daerah itu telah mencapai 14.313 hektar.”Luas ini diyakini akan terus bertambah seiring perjalanan waktu, serta luasnya potensi yang dimiliki” jelasnya.

Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah, perusahaan pengelola gambir akan bisa beroperasi secara berkesinambungan tanpa terputus bahan baku.

“Makanya saya katakan bahwa pemilik modal tidak akan rugi bila mau berinvestasi melakukan pembangunan pabrik pengolah getah gambir di daerah ini,” timpalnya. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Petugas UKL Dukcapil Diminta Teliti Cetak E-KTP

Rab Sep 9 , 2020
PAINAN, KP -Guna mengantisipasi agar penyalahgunaan penggunaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) tidak sampai terjadi, maka petugas di Unit Kerja Layanan (UKL) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kecamatan diminta teliti dalam melakukan pencetakan kartu tersebut. Imbauan itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Evafauza […]