Sumber Air Irigasi, Kapalo Banda Taram Kian Berbenah

LIMAPULUH KOTA, KP – Nagari Taram menerima kucuran dana program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program atau IPDMIPdari Pemerintah Pusat sebesar Rp3,9 miliar.

Dana itu untuk renovasi Daerah Irigasi (DI) pasangan batu 500 meter di Kapalo Banda dan rehab saluran irigasi sepanjang 700 meter. Kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan PT. Triacula Parbara Koridor dengan bobot pekerjaan sekitar 35 persen.

Wali Jorong Tanjung Ateh Taram, Edison didampingipelaksana pekerjaan Dt.Paduko Simarajo kepada sejumlah awak media mengatakan, pekerjaan renovasi diharapkan rampung tepat waktu. Lagi pula airnya berasal dari Kapalo Banda, yang merupakan objek wisata alam.

Dikatakan, pihak pelaksana pekerjaan terlebih dahulu memperbaiki bendungan Kapalo Banda yang sudah banyak mengalami kerusakan karena dimakan usia. Sekaligus kawasan objek wisata Kapalo Banda Taram tersebut, bersolek. Sehingga dimasa mendatang kunjungan wisatawan bertambah ramai.

“Walau saat ini dilakukan renovasi bendungan, namun harapan masyarakat kita di Taram khususnya di Jorong Tanjung Ateh, meminta pembangunan olahraga arung jeram dalam jangka panjang. Selain itu, rencana pembangunan 10 unit Homestay bekerjasama dengan BUMNagsetempat, “ungkap Edison yang juga Ketua Pok Darwis Taram.

Sejauh ini, sebut Edisonperanan pemerintah maupun pemerintahan nagari untuk sosialisasi pembebasan lahan terhadap ahli waris, ataupun pemakaian lahan adat yang sangat dibutuhkan, baik pembebasan lahan maupun pengetahuan wisata. Sebab setelah dilakukan sosialisasi barulah warga apa yang dinamai wisata.

Menurut Edison, Kapalo Banda Taram yang kini dibenahi, sebenarnya aliran sungai Batang Harau yang dimanfaatkan sebagai irigasi atau pengairan sawah. Rehab di Taram tahun ini diperkirakan mampu mengairi sawah penduduk Taram seluas 4.000 hektare. Setelah pekerjaan renovasi rampung nanti, selain memenuhi kebutuhan air sawah penduduk, juga membenahi objek wisata Kapalo Banda.

“Kapalo Banda Taram dikeliling oleh destinasi wisata yang lebih dulu populer, seperti Jembatan Kelok Sembilan dan Lembah Harau. Lokasi itu kini disebut sebagai objek wisata yang potensial di Limapuluh Kota dan sekitarnya. Irigasi ini sebagai sumber air sawah dan ladang penduduk kita di kawasan Taram dan sekitarnya,”tambah Edison.

Kedepan objek wisata Kapalo Banda diharapkan kian berkembang, lagi pula landscap irigasi ini datar dan dikelilingi bukit-bukit berpohon rindang, dengan sendirinya tersuguh keindahan.

“Genangan air di Kapalo Banda tidak lah dalam. Pada bagian tertentu ada kedalaman airnya yang hanya semata kaki dan lutut. Dibagian lain ada kedalamannya sekitar 1-1,5 meter. Di sinilah pengunjung bisa berselancar dengan rakit bambu,” tambanhnya. (dst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DI TENGAH PANDEMI COVID-19, GOW Tanahdatar Berikan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat

Rab Sep 16 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Di tengah Pandemi Covid-19 dan meningkatnya kasus positif terpapar Covid-19. Baik di Tanahdatar maupun secara regional dan nasional, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) turun memberikan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat. Hal itu guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh dengan protokol kesehatan dan tetap produktif di masa pandemi, terutama kaum […]