Wawako Reinier Bertekad Kembalikan Kejayaan Seni Tradisi Daerah

SOLOK, KP – Kemajuan zaman terus menggeser keberadaan kesenian tradisional, sehingga tak banyak generasi muda yang terampil memainkan kesenian itu. Kalaupun ada, hanya sebatas tahu dan mendengar nama kesenian lokal tersebut. Pada tahun 80-an hingga era 90-an, setiap kelurahan Kota Solok memiliki wadah tempat berkreasinya para pemuda. Tidak berbentuk sanggar ataupun dikelola secara bisnis seperti yang ada saat ini. Namun, sekadar pelestarian turun-temurun dari pendahulu yang dikelola secara swadaya pemuda.

Kondisi itu sulit ditemukan saat ini. Kreativitas pemuda pemerhati tradisi kampung terkikis kemajuan zaman. Para pemuda hidupnya dihabiskan bergelut dengan teknologi yang telah melekat dalam kehidupan. Kalaupun ada kesenian tari piring dan kesenian lainnya, hanya dikelola sanggar-sanggar seni milik pribadi.

Berangkat dari hal itu, Wakil Walikota Solok Reinier, bertekad mengembalikan kejayaan seni tradisi budaya daerah yang diwariskan leluhur kepada generasi muda daerah penghasil beras ternama itu. Menurutnya, banyak kesenian tradisional yang terancam punah karena tidak ada regenerasi, jarang dipertunjukkan dan juga karena pelaku-pelakunya sebagian sudah uzur, serta rendahnya minat pemuda sekarang untuk menghidupkan kembali.

Reinier mengatakan, di tengah ancaman modernisasi itu, hanya bisa dihitung saja kelurahan yang masih eksis dalam kesenian tradisional. Jika boleh menghitung, jenis seni tari tradisional yang masih eksis, itupun dimainkan anak didik Dinas Pariwisata, tari piring, randai, sementara kesenian lainnya entah kemana merimbanya. Untuk itu Reinier akan terus mendorong kesenian tradisional agar tetap bertahan dan hidup. Kesenian membutuhkan wadah dan wadahnya adalah pameran dan pergelaran. Kota Solok memberi ruang kepada seluruh pemuda yang memiliki bakat.

“Kita harus tetap melestarikan, menggali dan mengembangkan kekayaan budaya dan seni tradisi yang kita miliki. Tradisi budaya kesenian tidak boleh  tenggelam ditelan zaman. Meskipun di masa pandemi, kita masih bisa mengajarkan tradisi, budaya kepada generasi muda, baik melalui webinar atau pertunjukan, pameran secara virtual yang membangkitkan minat gairah generasi muda kita. Kita tidak boleh berhenti belajar, mewariskan dan melestarikan budaya kita,” jelasnya.

Untuk itu Reinier berharap kekayaan daerah seni tradisi baik seni silek, tari, musik, kerajinan, batik, dan budaya lainnya jangan hanya tersimpan oleh kalangan orang tua-tua saja. Tapi harus diwariskan kepada generasi muda. Kalau tidak diwariskan, maka akan hilang seiring bergantinya generasi. Di samping itu Reinier sangat mengapresiasi program pengembangan seni tradisi dan para pelaku tradisi, para pegiat budaya dan kesenian, yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Solok. Terutama dalam mengembangkan seni tradisi kedaerahan.

“Kita harus bangga dengan kekayaan budaya dan seni tradisi Kota Solok. Kita akan terus mendukung program Pemko Solok dalam pengembangan seni tradisi, wisata dan program pembangunan lainnya yang dapat menjaga kelestarian generasi kita, mengharumkan nama daerah, baik di festival tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wawako Reinier Bertekad Kembalikan Kejayaan Seni Tradisi Daerah

Sel Sep 22 , 2020
SOLOK, KP – Kemajuan zaman terus menggeser keberadaan kesenian tradisional, sehingga […]