18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Momen Hari Kesaktian Pancasila Berikan Kesempatan Mengenal Kembali Ideologi Bangsa

SOLOK, KP – Bupati Solok H. Gusmal, mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, secara virtual di Guest House Arosuka, Kamis (1/10). Tampak hadir pada peringatan tersebut Kapolres Solok Arosuka AKBP Azhar Nugroho, Sekda Aswirman, Ketua PN Koto Baru, Dandim 0309 Solok/mewakili, Kapolres Solok Kota/mewakili, Kasat Pol PP Dan Damkar Efriadi, Asisten Koor Bid Administrasi Sony Sondra, Kepala Kesbang Pol Riswanto, Kabag Humas Syofiar Syam dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Gusmal beserta Forkopimda dan beberapa kepala SKPD Kabupaten Solok mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober tahun 2020 yang dilaksanakan di monumen Pancasila Sakti Jakarta tepat pukul 08.00 Wib. Dengan inspektur upacara Presiden RI Joko Widodo dan diikuti secara virtual oleh kepala daerah di seluruh Indonesia. Usai mengikuti upacara, acara dilanjutkan dengan silaturahmi dan sarapan bersama Forkopimda dan kepala SKPD Kabupaten Solok.

Menurut Bupati Gusmal, momen tersebut memberi kesempatan refleksi dan mengenal kembali Pancasila sebagai falsafah serta ideologi bangsa. Termasuk arti Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dijelaskan Bupati, kita mengenal Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu dan masa depan kita bersama, tapi apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. “Apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu, wartawan dan juga seorang generasi penerus?,” tanya Bupati.

Dijelaskannya, pelaksanaan seluruh sila dalam Pancasila terlihat jelas selama pandemi dan penanganan efek Covid-19. “Lewat momen peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, bisa dilihat sangat banyak pahlawan Pancasila yang menjalankan aksi kemanusiaan dan berusaha lebih peka dengan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Bahkan jika melihat dengan seksama jelasnya, kita bisa menyadari Kesaktian Pancasila terus ‘mendarah daging’ di generasi kita. Di masa krisis seperti ini, lilin-lilin Pancasila menerangi kegelapan di mana-mana. Sedangkan Pandemi Covid-19 menantang negara dan menguji ketangguhan bangsa Indonesia untuk melewatinya. Diharapkan, momen 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi tiap orang. Pancasila sebagai pusaka Indonesia harus menyala dalam hati dan tiap perbuatan baik untuk sesama. (wan)