18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Rupiah Tembus Rp15 Ribu Per Dolar AS, Harga Emas Kembali Naik

JAKARTA, KP – Nilai tukar rupiah berakhir tragis di perdagangan spot, Jumat (2/10). Tanpa basa-basi, dolar AS menekan rupiah hingga jatuh sejatuh-jatuhnya ke level Rp15.094. Bahkan, sampai akhir penutupan perdagangan pun rupiah dibuat ‘babak belur’ di Asia dan dunia.

Tercatat, pada penutupan perdagangan rupiah terdepresiasi sedalam -0,66 persen ke level Rp15.048 per dolar AS. Tiga mata uang global lainnya ikut menekan rupiah, yakni dolar Australia (-0,25 persen), euro (-0,51 persen), dan poundsterling (-0,89 persen).

Rupiah benar-benar dibuat tak berdaya dengan tekanan yang datang juga dari mata uang regional. Menjadi yang terburuk di Asia, rupiah memerah terhadap yen (-0,88 persen), dolar Hong Kong (-0,52 persen), dolar Taiwan (-0,47 persen), dolar Singapura (-0,37 persen), won (-0,31 persen), baht (-0,27 persen), won (-0,23 persen), ringgit (-0,19 persen), dan yuan (-0,18 persen).

Melegakannya, rupiah bukan satu-satunya mata uang yang teseok-seok di hadapan dolar AS. Kecuali yen, dolar AS menyapu bersih mata uang Asia, seperti baht Thailand, dolar Singapura, won Korea, dolar Hong Kong, hingga yuan China.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA)David Sumualmenjelaskankondisi itu disebabkan semakin khawatirnya pelaku pasar keuangan terhadap ketidakpastian penanganan covid-19 di AS setelah Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif covid-19. Akibatnyapelaku pasar kembali meninggalkan aset-aset yang dianggap berisiko, seperti rupiah dan kembali lebih memilih memegang dolar tunai. Dengan begitu, nilai dolar terus naik.

Kekhawatiran semakin mencuat, David melanjutkan, karena saat debat presidensial di AS kemarin tidak satu pun calon, baik Trump dan Joe Biden menggunakan masker.

“Apalagi saat debat kedua kandidat tidak pakai masker. Bisa saja Biden kalau dites kena juga. Jadi ini kondisi ketidakpastian mulai dari politik di AS, pasar modal, memang signifikan pengaruhnya,” tuturnya. (art)

Harga Emas Naik

Sementara itu, harga emas kembali naik. Emas produksi PT Antam antam naik tipis Rp2.000 menjadi Rp1.015.000 per gram.

Jika dilihat dari pergerakannya selama sepekan, harga emas cukup fluktuatif, namun cenderung meningkat. Pergerakannya dari harga terendah Rp1.006.000 hingga mencapai Rp1.015.000 per gram.

Sedangkan harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas ingin menjual emas berada pada harga Rp908.000 per gram. Angka itu naik Rp4.000 dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip dari laman logammulia.com cetakan emas Antam terkecil yakni 0,5 gramberada di level Rp537.500. Sedangkanuntuk satuan 5 gramdihargai Rp4.855.000 dan 10 gram Rp9.645.000.Lebih lanjut, untuk harga emas 50 gram dijual sebesar Rp47.895.000. Sementara untuk ukuran emas terbesar yakni 500 gram dan 1000 gram masing-masing dibanderol sebesar Rp477.820.000 dan Rp955.600.000.

Berikut rincian harga pecahan emas batangan Antam:0,5 gram Rp537.500, 1 gram Rp1.015.000, 5 gram Rp4.855.000, 10 gram Rp9.645.000, 25 gram Rp23.987.000, 50 gram Rp47.895.000, 100 gram Rp95.712.000, 250 gram Rp239.015.500, 500 gram Rp477.820.000, dan 1.000 gram (1 kg) Rp955.600.000. (wec)