18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

CARI SUMBER AIR DAN OBJEK WISATA BARU, 84 Warga Suayan Hilang di Hutan

LIMAPULUH KOTA, KP – Puluhan warga Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota hilang dalam hutan sekitar kawasan perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam sejak Sabtu lalu (3/10).

Informasi yang dihimpun KORAN PADANG, pada Sabtu pagi (3/10) sekitar pukul 09.00 WIB dua rombongan warga Nagari Suayan berencana mencari sumber air dan objek wisata baru di kawasan hutan Nagari Suayan yang berbatasan dengan Nagari Kamang, Kabupaten Agam.

Rombongan pertama berjumlah 14 orang bermaksud ingin mencari sumber air dipimpin langsung oleh Walinagari Suayan Misparizon Datua Momat Kayo. Sedangkan rombongan kedua berjumlah 84 orang terdiri dari pemuda dan pemudi bermaksud ingin mencari objek wisata baru. Akan tetapi, hingga malam kedua rombongan itu tidak kunjung kembali. Warga Suayan pun cemas dan menginformasikan hal itu ke BPBD. Pada Minggu dinihari (4/10) pencarian secara resmi dimulai oleh tim SAR Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Limapuluh Kota dan BPBD Kabupaten Agam dibantu masyarakat setempat.

Pada Minggu pagi (4/10) sekitar pukul 07.00 WIB rombongan pertama berjumlah 14 orang yang dipimpin Walinagari Suayan Misparizon nerhasil ditemukan di kawasan Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam dalam kondisi baik. Namun rombongan kedua yang mencari objek wisata berjumlah 84 orang tidak diketahui keberadaannya hingga Minggu sore (4/10).

Camat Akabiluru Kris La Deva mengatakan upaya pencarian oleh tim gabungan yang dibagi dalam 20 rombongan itu sudah menelusuri hutan kawasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Limapuluh Kota. Tetapi pencarian yang dilakukan sejak Minggu (4/10) dinihari itu belum membuahkan hasil.

“Bahkan rombongan pencari dari Kabupaten Agam sudah sampai di Nagari Suayan, Kabupaten Limapuluh Kota tetapi hasilnya nihil. Belum ditemukan tanda-tanda keberadaan 84 pemuda yang hilang saat mencari objek wiisata baru itu,” terang Kris La Deva.

Menurutnya, tim pencari dari Kabupaten Agam memulai pencarian dari Tarusan dan kemudian menelusuri hutan menuju Kabupaten Limapuluh Kota. Perjalan yang dilakukan sejak Minggu dinihari itu sampai di Nagari Suayan pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB.

“Minggu siang tim pencari dari Agam sudah sampai namun tidak ditemukan jejak rombongan,” ujar Kris La Deva sembari menyebut bahwa kontak komunikasi terputus dengan 84 orang yang dilaporkan hilang tersebut.

“Tidak ada satupun nomor ponsel dari 84 anggota rombongan yang bisa dihubungi. Sekarang Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian. Tim Basarnas masuk dari Kabupaten Agam dan metode pencarian dilakukan saat menelusuri titik terakhir GPS ponsel dari rombongan yang dilaporkan hilang,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Syafrizal mengatakan pencarian juga melibatkan Pemerintah Kecamatan Kamangmagek, Nagari Kamang Hilia dan masyarakat sekitar. Nagari Kamang Hilia merupakan perbatasan dengan Nagari Suayan Kabupaten Limapuluh Kota.

“Kita dari Kabupaten Agam melakukan pencarian dengan cara menelusuri Bukik Batu Bajak. Pencarian dilakukan sejak mendapatkan informasi pada Sabtu (3/10) sore,” sebutnya. “Kita berharap warga ini ditemukan dalam waktu dekat dengan kondisi selamat,” katanya. (dst)