24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Ferizal Ridwan : Kemiskinan di Limapuluh Kota Harus Kita ‘Perangi’

LIMAPULUH KOTA, KP- Kendati saat ini kondisinya tengah terhimpit beban berat karena keterbatasan finansial untuk menghadapi pesta demokrasi pemilihan Bupati Limapuluh Kota yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, ketika ada warga menginformasikan kepada dirinya bahwa ada warga hidup miskin butuh uluran tangan dan bantuan, calon Bupati ‘gila kemanusian’ itu, langsung tergugah dan merespon.

Adalah Arul Pratama, seorang anggota tim relawan yang menginformasikan kepada Wabup Ferizal Ridwan bahwa, ada dua orang warga kakak beradik hidup dan tinggal berdampingan dalam dua gubuk warga Silarak, Jorong Tanjung Haro Utara, Nagari Sikabu-kabu Tanung Haro Padangpanjang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuiluh Kota saat ini membutuhkan uluran tangan para dermawan.

Wabup Ferizal Ridwan yang saat ini tengah cuti Pilkada karena maju sebagai calon Bupati Limapuluh Kota lewat jalur perseorangan, langsung merespon dan turun ke tempat tinggal dua kakak beradik yang hidup dalam kondisi memprihatikankan itu, Sabtu (3/10).

Meskipun kedatangan Ferizal Ridwan ke lokasi hanya mengendarai sepeda motor karena memang tak memiliki mobil pribadi, ternyata kedatangan Ferizal Ridwan mendapat respon positif dari tim relawan kemanusian yang menginformasikan adanya tragedi kemanusian yang dialami dua kakak beradik yang hiudp dalam kondisi ekonomi yang sungguh memprihatinkan itu.

“Kedua kakak beradik yang hidup dalam ketidak berdayaan itu adalah Alex dan kakaknya Santi. Saat ini kakaknya Santi tinggal bersama ayahnya di sebuah pondok berlantai tanah, berdinding papan seberan dan anyaman pelupuh tanpa penerangan listrik,“ungkap Ferizal Ridwan.

Sedangkan adiknya, ulas Ferizal Ridwan, bernama Alex (26 tahun) hidup bersama dua orang anaknya yang masing kecil-kecil dalam sebuah pondok terbuat dari bambu berukuran sekitar 2×2 meter beratap plastik dan dinding pelupuh. Sementara istrinya sudah beberapa bulan lalu pergi meninggalkan mereka karena masalah keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, sehari-hari pria pelaku seni ini hidup sebagai tukang dendang atau pemain saluang.

“Sebelumnya Alex marantau di Sicincin, Kabupaten Padangpariaman bersama istrinya. Karena kerasnya hidup di rantau, Alex pulang ke kampungnya ke Silarak, Tanjung Haro. Karena dia dengan istrinya hanya nikah siri, sehingga dia tidak memiliki dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sehingga tidak terdaftar sebagai warga Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang, Kecamatan Luhak,” sebut Ferizal Ridwan.

“Insya Allah, rumah Alex minggu ini kita mulai bangun rumahnya di sebelah gubuk milik kakaknya ukuran 4X6 meter. Kemudian kita bantu urus administrasi kependudukannya dan kita akan bantu memasukan listrik ke rumah mereka kito akan bantu fasilitas MCK yang memadai. Bersama Arul Pratama dan kawan-kawan relawan kita himpun donasi untuk membanyu Alex,” pungkas Ferizal Ridwan.

Sesungguhnya, ujar Ferizal Ridwan, hidup dalam garis kemiskinan seperti yang dialami Alex banyak ditemukan di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Ke depan, kemiskinan seperti ini harus kita perangi dan atasi. Artinya, bersama pemerintah dan orang-orang peduli, kita carikan jalan ke luar agar orang-orang miskin yang ada di Limapuluh Kota bisa hidup layak. Artinya, punya tempat tinggal yang baik, terjaminkesehatan dan pendidikan untuk masa depan keluarga mereka, ” pungkas Ferizal Ridwan. (dst)