14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kepsek SMP Muhammadiyah 7 Padang Peduli Siswa Duafa

PADANG, KP – SMP Muhammadiyah 7 Padang memperlihatkan kepedulian padasiswi dari keluarga duafa, Anisa warga Kabun Jalan Tunggang RT 02/RW Vi Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, dengan memberikan bantuan Paket Sembako, Jumat (2/10). Bantuan berupa sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, mie instan dan uang tunai itu diserahkan Kepala SMP Muhammadiyah 7 Padang, M. Fikar Dt Rajo Magek. Selain itu Kepsek Fikar sebagai Ketua BMPN Pauh IX Kuranji juga menyerahkan bantuan uang tunai.

Anisa siswi kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Padang merupakan anak piatu. Ibunya, Era sudah meninggal beberapa tahun lalu. Anisa tinggal bersama 5 orang bersaudara dengan ayahnya Hafiz. Ayahnya, sehari-hari berprofesi sebagai buruh bangunan. Dengan kondisi masih dalam suasana Covid-19 itu, penghasilan orang tuanya sangat jauh kekurangan dibandingkan dari kondisi normal.

Selintas, kondisi rumah yang dihuni Anisa bersama lima saudara dan ayahnya tidak memiliki mobiler. Lantainya walaupun diaci, tapi masih jauh dari layak. Meskipun rumahnya sudah permanen, namun aura kekurang mampuan kentara terlihat. Sedangkan ayahnya, Hafiz bergulat mencari nafkah ke Provinsi tetangga Riau, sebagai buruh bangunan. “Ayah sudah seminggu lebih kurang bekerja di Pekanbaru,” tutur Anisa.

Sementara itu Kepala SMP Muhammadiyah 7 Padang Padang, M Fikar Dt Rajo Magek mengharapkan, Anisa jangan putus asa dalam kondisi kurang mampu dalam menuntut ilmu sekolah. “Sebab, banyak anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu banyak sukses dengan kerja kerasnya,” ujar Fikar, yang juga Rangtuo Adat Suku Tanjung Nagari Pauh IX Kuranji itu.

Di samping itu, Fikar berpesan kepada Anisa agar jangan pernah tinggalkan salat dan rajin membantu orang tua. “Dan belajarlah mandiri sejak kecil, sehingga sudah dewasa kelak tidak canggung menempuh hidup ini. Dan rajin-rajinlah balajar semoga sukses, sebab pendidikanlah yang bisa mengangkat status sosial kita,” ujar Fikar. (bsc)