Narkoba Serang Usia Produktif

SUDAH saatnya pemerintah bersama rakyat memproklamirkan ‘perang sabil’ dengan pelaku narkoba di negeri ini. Meski jajaran kepolisian sudah berjibaku menghabisi para pelaku dan penyalahguna barang haram itu, namun tanda-tanda bisnis narkoba melandai masih belum bisa diterka. Bahkan, ‘pemain’ barang haram itu mayoritas adalah kalangan usia produktif. Seperti dibuktikan melalui foto utama KORAN PADANG terbitan Sabtu (3/9) yang dirilis Polda Sumbar. Bayangkan, dalam waktu sebulan saja sebanyak 43 tersangka berhasil ‘digulung’ jajaran kepolisian Sumatra Barat.

Kenapa mereka mau berbisnis barang haram tersebut? Mungkin saja penghasilannya menggiurkan, untungnya berlipat- lipat. Sama saja dengan mucikari, koruptor, dan kerja jahat lainnya.

Di saat corona ‘menggila’ menyerang negeri ini, tampaknya kejahatan narkoba juga ikut mengguncang. Narkoba seakan senasib dengan corona, sama-sama memusingkan kita semua. Namun yang selalu diharapkan akal kita jangan sampai hilang. Corona dan narkoba sama-sama berbahaya. Mati, tantangannya.

Dalam upaya menghabisi corona sudah beragam strategi dilakukan. Mungkin yang belum maksimal berupa kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan. Kemalasan bermasker masih ditemui di negeri ini. Termasuk kebiasaan ngumpul-ngumpul tak juga bisa dihilangkan. Pelanggaran terjadi di mana-mana. Bahkan sudah muncul pula ‘klaster perkantoran’. Memprihatinkan.

Meski sudah berbusa-busa mulut petugas kita melarang narkoba atau menganjurkan mematuhi protokol kesehatan, nyatanya grafik narkoba dan corona masih saja memusingkan aparat dan kita bersama.

Dari lubuk hati yang paling dalam, tentu kita sepakat mereka yang melaksanakan mandat menghabisi narkoba diharapkan tetap menjaga semangat perang sampai gembong narkoba itu bertekuk lutut. Begitu juga pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi untuk menyadarkannya. Bangsa asing yang menjajah negeri ini bisa diusir hanya bersenjatakan tradisional. Sekarang semua serba modern dan otomatis. Nyatanya corona dan narkoba seakan leluasa menguasai negeri ini.

Jangan menyerah, mari kita sama-sama berjibaku melakukan yang terbaik utnuk negeri ini. Menghabisi corona dan narkoba sama dengan berjihad di jalan Allah, bahagia di dunia sejahtera di surga. Insya Allah. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

CARI SUMBER AIR DAN OBJEK WISATA BARU, 84 Warga Suayan Hilang di Hutan

Ming Okt 4 , 2020
LIMAPULUH KOTA, KP – Puluhan warga Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota hilang dalam hutan sekitar kawasan perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam sejak Sabtu lalu (3/10). Informasi yang dihimpun KORAN PADANG, pada Sabtu pagi (3/10) sekitar pukul 09.00 WIB dua rombongan warga Nagari Suayan berencana mencari sumber air dan objek […]