Razia Masker Tetap Dilakukan di Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI, KP – Pemerintah Kota Bukittinggi mengimbau warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19 saat ini. Hal itu juga menyikapi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat. Pada intinya, Perda AKB mewajibkan untuk selalu memakai masker.

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, H. Yuen Karnova kepada KORAN PADANG, Jumat (2/10) mengatakan, razia masker tetap dilakukan di Kota Bukittinggi. Pemko melihat aktivitas masyarakat tidak bisa dibatasi. Masyarakat tetap dipersilahkan beraktivitas, namun tetap menjaga protokol kesehatan.

“Kita melihat obat covid-19 ini belum ditemukan. Untuk itu warga tetap diimbau patuhi protokol kesehatan, khususnya pengurus masjid, kita harap melakukan hal yang sama. Pengurus diminta menggulung tikar untuk sementara waktu. Jemaah diminta membawa sajadah dari rumah. Lalu, di dalam masjid dibuat jarak. Kita minta hal ini mohon dipatuhi,” ujarnya.

Kemudian terkait Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), menurut Sekda, Pemko Bukittinggi akan melakukan sosialisasi Perda AKB dalam waktu dekat bersama Forkopimda. Sedangkan untuk sanksi pelanggaran Perda dilaksanakan secara bertahap. Di mana sanksi itu meliputi sanksi sosial, denda dan kurungan. 

“Hal itu merupakan bukti keseriusan Pemko Bukittinggi dalam menerapkan Perda AKB. Dan selama ini, Pemko Bukittinggi juga telah melaksanakan razia masker. Bahkan, pihak TNI/Polri lebih dulu melakukan razia masker ini. Mereka melaksanakan saat akhir pekan dan menyisir tempat-tempat keramaian,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Perda AKB akan disosialisasikan kepada masyarakat. “Seiring sosialisasi yang akan dilakukan dalam Minggu ini, setelah itu Pemko Bukittinggi juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pihak TNI/Polri, yaitu akan melakukan razia. Tentunya bagi yang melanggar Perda AKB akan dikenakan sanksi sesuai yang ada di dalam Perda tersebut,” terangnya.

Bukittinggi Perpanjang WFH Hingga 9 Oktober 2020

Sementara itu Pemko Bukittinggi masih kembali memperpanjang kebijakan sistem bekerja dari rumah bagi ASN di lingkungannya. Perpanjangan itu berlaku mulai 1 hingga 9 Oktober 2020. Dalam edaran tertanggal 30 September 2020, Sekda Yuen Karnova mengatakan, kebijakan itu kembali diambil berdasarkan kondisi terkini penyebaran covid-19 di Kota Bukittinggi yang masih meningkat.

Dengan tetap memperhatikan Surat Edaran MenPan-RB nomor 67 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran MenPan-RB nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja ASN dalam Tatanan Normal Baru dan Surat Edaran Walikota Bukittinggi Nomor 800/156/III-BKPSDM/2020 tentang Penyesuaian Jam Kerja ASN dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid-19) di lingkungan Pemko Bukittinggi.

Sekda kembali menegaskan, terkait teknis ketentuan sistem kerja pelaksanaan dinas bekerja dari rumah (Work From Home) tetap mempedomani Edaran Wa ko Nomor 800/156/III-BKPSDam/2020 sebelumnya. “Seperti beberapa keputusan sebelumnya, kebijakan sistem kerja pelaksanaan bekerja dari rumah ini akan dievaluasi kembali sesuai kebutuhan,” ungkap Sekda. (eds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemko Bukittinggi Terus Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19

Ming Okt 4 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Bukittinggi terus ditingkatkan. Selain dengan operasi yustisi oleh pihak kepolisian, Pemko juga menyerukan kepada masyarakat melalui mobil penerangan. Kabag Humas Setdako Bukittinggi, Yulman menjelaskan, sejak memasuki pandemi Covid-19 bulan Maret lalu, seluruh pihak mulai dari Pemko Bukittinggi, Unsur Forkopimda dan juga stakeholder […]