28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Sah! Gaji PPPK Setara PNS

JAKARTA, KP – Presiden Joko Widodo resmi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Perpres itu mengatur besaran gaji hingga ragam tunjangan yang bakal diberikan instansi kepada PPPK. Besaran gaji PPPK ini disetarakan dengan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk kenaikan gaji berkala atau kenaikan gaji istimewa.

“PPPK dapat diberikan kenaikan gaji berkala atau kenaikan gaji istimewa yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” seperti dikutip dari salinan Perpres, Minggu (4/10).

Besaran gaji yang diberikan belum dikenakan pemotongan pajak penghasilan. Setelah dikenakan pemotongan pajak penghasilan, maka gaji yang diterima akan sama dengan gaji pokok PNS. PPPK juga akan memperoleh tunjangan sesuai dengan tunjangan PNS pada instansi tempat PPPK bekerja yakni tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional, atau tunjangan lainnya.

Gaji dan tunjangan bagi PPPK di instansi pusat bakal diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan di instansi daerah diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ketentuan lebih lanjut mengenai teknis pemberian gaji dan tunjangan PPPK yang bekerja di instansi pusat akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Menteri bidang keuangan. Sementara bagi PPPK di daerah akan diatur melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri.

NASIB NIP 51 RIBU TENAGA HONORER SEGERA DIBAHAS

Diterbitkannya Perpres ini maka nasib 51 ribu tenaga honorer yang telah lolos seleksi PPPK akan lebih jelas. Pasalnya, sejak lolos seleksi PPPK awal awal tahun 2019 lalu, 51 ribu tenaga honorer belum mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) karena terganjal belum terbitnya aturan terkait gaji dan tunjangan.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengatakan dengan adanya Perpres Nomor 98 Tahun 2020, pihaknya akan memproses penerbitan NIP bagi 51 ribu tenaga honorer yang telah lolos seleksi PPK. Namun, dia mengatakan pihaknya masih belum memutuskan kapan waktu usulan penetapan NIP atau yang disebut Terhitung Mulai Tanggal (TMT). Ia menjelaskan penerapan TMT akan mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya kemampuan keuangan daerah.

BEDA NASIB UNTUK HONORER YANG MENINGGAL DUNIA

Namun, hak gaji dan tunjangan yang setara Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu tidak tak bakal dirasakan bagi PPPK yang lolos seleksi namun keburu pensiun atau meninggal dunia. Selama menunggu Perpres diterbitkan ada beberapa tenaga honorer yang lulus seleksi PPPK yang telah pensiun atau meninggal mengingat mereka yang diangkat menjadi PPPK kebanyakan sudah tua.

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerjasama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan PPPK yang sudah lolos dalam proses seleksi tahun lalu namun meninggal tidak akan mendapatkan hak-hak berupa gaji dan tunjangan tersebut.

“Bagi PPPK yang sudah lolos kemarin tetapi meninggal dan belum diangkat, maka dia tidak mendapatkan hak,” katanya.

Ia juga memastikan PPPK tak akan menerima uang pensiun seperti PNS.

PEMERINTAH DIMINTA PERCEPAT SELEKSI PPPK TAHAP II

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendesak pemerintah mempercepat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II. Pada rekrutmen tahap pertama 2019 lalu, baru 51.000 tenaga honorer yang terakomodir, terdiri dari 34.959 guru honorer, 11.673 penyuluh pertanian, dan 1.792 tenaga Kesehatan.

“Kami berharap seleksi PPPK ini akan secara bertahap mengurangi jumlah ratusan ribu tenaga honorer yang telah lama mengabdi namun mendapatkan gaji sekadarnya dari instansi tempat mereka mengabdi,” kata Huda. (ozc)

BESARAN GAJI PPPK BERDASARKAN GOLONGAN DENGAN MASA KERJA:

Golongan I (setara I/a PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: Rp.1.794.900

b.      Masa kerja 26 tahun: Rp.2.686.200

Golongan II (setara I/b PNS)

a.      Masa kerja 3 tahun: Rp.1.960.200

b.      Masa kerja 27 tahun: Rp.2.843.900

Golongan II (setara I/c PNS)I

a. Masa kerja 3 tahun: Rp.2.043.200

b. Masa kerja 27 tahun: Rp.2.964.200

Golongan IV (setara I/d PNS)

a.      Masa kerja 3 tahun: Rp. 2.129.500

b.      Masa kerja 27 tahun: Rp. 3.089.600

Golongan V (setara II/a PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: Rp.2.325.600

b.      Masa kerja 33 tahun: Rp.3.879.700

Golongan VI (setara II/b PNS)

a.      Masa kerja 3 tahun: Rp.2.539.700

b.      Masa kerja 33 tahun: Rp. 4.043.800

Golongan VII (setara II/c PNS)

a.      Masa kerja 3 tahun: Rp. 2.647.200

b.      Masa kerja 33 tahun: Rp. 4.214.900

Golongan VIII (setara II/d PNS)

a.      Masa kerja 3 tahun: Rp. 2.759.100

b.      Masa kerja 33 tahun: Rp.4.393.100

Golongan IX (setara III/a PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: Rp 2.966.500

b.      Masa Kerja 32 tahun: Rp.4.872.000

Golongan X (setara III/b PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: Rp.3.091.900

b.      Masa kerja 32 tahun: Rp.5.078.000

Golongan XI (setara III/c PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: 3.222.700

b.      Masa kerja 32 tahun: 5.292.800

Golongan XII (setara III/d PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: 3.359.000

b.      Masa kerja 32 tahun: Rp.5.516.800

Golongan XIII (setara IV/a PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: Rp. 3.501.100

b.      Masa kerja 32 tahun: Rp. 5.750.100

Golongan XIV (setara IV/b PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: Rp.3.649.200

b.      Masa kerja 32 tahun: Rp.5.993.300

Golongan XV (setara IV/c PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: Rp.3.803.500

b.      Masa kerja 32 tahun: Rp.6.246.900

Golongan XVI (setara IV/d PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: Rp. 3.964.500

b.      Masa kerja 32 tahun: Rp. 6.511.100

Golongan XVII (setara IV/e PNS)

a.      Masa kerja 0 tahun: Rp.4.132.200

b.      Masa kerja 32 tahun: Rp.6.786.500